Showing posts with label tradisional. Show all posts
Showing posts with label tradisional. Show all posts

Wednesday, 27 May 2015

10 Jenis Sambal Indonesia Paling Mantap untuk Disantap

Ada 2 hal yang tampaknya tidak bisa lepas dari budaya makan masyarakat Indonesia : Nasi dan Sambal. Sebagai makanan pokok, nasi sudah menjadi barang wajib yang harus ada. Kalau belum makan nasi, orang Indonesia rasanya belum makan dan akan terserang penyakit "lapar akut". Sedangkan Sambal adalah kondimen yang wajib harus ada di setiap acara makan. Banyak orang Indonesia bahkan mengatakan, "Meski lauknya biasa, tapi kalau sambalnya dasyat, makan apapun jadi luar biasa."

Mengonsumsi Sambal sudah menjadi budaya dari masyarakat Indonesia. Meski masyarakat di beberapa daerah kurang suka pedas, tapi daerah itu pasti punya sambal khas daerahnya yang menjadi ciri khas dan kebanggaan masyarakat tersebut.

Di Indonesia, Sambal tidak melulu hanya pedas saja, tetapi punya kekhasan pada rasa karena penggunaan tambahan bumbu dan rempah daerah setempat. Hal ini menyebabkan setiap daerah di Indonesia punya sambal khas masing-masing yang tidak dimiliki daerah lain. Keunikan inilah yang menjadikan Indonesia punya bermacam-macam jenis sambal khas dan unik yang siap menggoyang lidah penikmat sambal.

Dari sekian banyak sambal yang ada, saya memilih 10 Jenis Sambal khas Indonesia yang pernah saya coba dan - menurut saya - merupakan sambal paling lezat dan mantap yang wajib untuk disantap. Sambal apa sajakah itu?

1. SAMBAL TERASI
Sambal ini sudah terkenal seantero Nusantara sebagai sambal paling mantap. Sebenarnya setiap wilayah Indonesia punya sambal terasi dan semuanya memiliki ciri khas yang berbeda. Karena saya tinggal di Jawa, dan istri saya orang Jawa Tengah (Solo), maka Sambal Terasi Jawa Tengah-lah yang menjadi favorit saya.

Sama seperti sambal terasi pada umumnya, sambal terasi terbuat dari terasi udang rebon. Mungkin yang membedakannya adalah pada saat sebelum diproses, terasi tersebut dibakar terlebih dahulu hingga menimbulkan aroma sedap. Baru setelah itu, terasi diuleg bersama cabe merah, cabe rawit, bawang merah, bawang putih, dan garam. Pedasnya cukup keras namun berpadu sempurna dengan aroma harum terasi udang dan bawang putih serta merah.


2. SAMBAL DABU-DABU
Sambal khas Manado ini adalah sambal yang seger banget. Berbahan utama cabe merah, bawang meah, kemangi, cabe hijau, tomat, jeruk nipis, garam dan air jeruk nipis ini memang menawarkan sensasi kesegaran yang tidak terlupakan.

Semua bahan di atas dipotong kecil-kecil dan dijadikan satu.

Sambal Dabu-dabu paling nikmat dimana dengan ikan bakar. Apapun ikan bakar yang kita makan, paling afdol dan wajib pake Sambal Dabu-Dabu. Segarnya pas, pedasnya mantap....


3.  SAMBAL LADO IJO ATAU LADO MUDO
Sambal khas Padang ini menawarkan sensasi yang luar biasa. Dibuat menggunakan cabe hijau, gula, dan garam (kadang ditambahi dengan ikan teri), sambal uleg yang digoreng ini sebenarnya tidak pedas-pedas amat. Hal ini dikarenakan sambal ini menggunakan Cabe Hijau yang masih muda (sesuai namanya Lado Mudo) dan tidak pedas, sehingga fungsinya menjadi pelengkap lauk.

Sambal ini adalah favorit saya karena rasanya yang gurih dan nikmat. Dengan naturnya yang tidak terlalu pedas, sambal ini sangat pas untuk dipadukan dengan lauk lain yang kering, seperti ayam goreng, ikan goreng, limpa goreng, dan lain-lain.


4. SAMBAL KECAP
Entah dari mana asal sambal ini, yang pastinya sambal ini merupakan sambal yang cukup sederhana tapi ampuh untuk membuat makanan yang tidak enak sekali pun jadi enaknya luar biasa.

Cara pembuatannya sangat mudah sekali. Cabe merah atau cabe rawit dipotong kecil-kecil kemudian dituangi kecap manis. Untuk menimbulkan sensasi asam-manis nan gurih yang lebih mantap, beberapa orang menambahinya dengan potongan bawang merah mentah dan tomat segar. Untuk makan makanan lauk seperti ikan bakar, sambal ini bisa ditambahkan jeruk nipis yang memberikan sensasi asam kecut, dan menghilangkan bau amis.

Sambal ini bisa dikatakan "Sambal Sejuta Umat" karena ada di banyak wilayah di Indonesia, dan proses pembuatannya pun sangat mudah, tanpa proses pengolahan apapun. Sambal ini paling pas digunakan sebagai campuran sup, terutama sup sayuran.



5. SAMBAL CIBIUK 
Cibiuk adalah nama salah satu daaerah di Garut, dan diyakini sebagai daerah asal sambal segar alami nan nikmat ini.

Sambal ini terbuat dari tomat hijau, cabe rawit hijau, kencur, terasi, dan daun kemangi sebagai penyedap. Kesemua bahan itu diuleg dan disajikan dalam ulegan. Rasanya? Pedasnya mantap dan segar sekali. Hal ini dikarenakan perpaduan kencur, terasi, dan daun kemangi yang sangat pas dan membuat sambal ini memiliki rasa yang unik dan segar. Meski pun pedas, tapi justru bikin orang yang memakannya makin lahap makan. Mungkin karena pengaruh kencurnya yang memang berfungsi untuk meningkatkan nafsu makan ya?



6.  SAMBAL BAJAK
Merupakan jenis sambal yang paling "bersahabat" dengan Anda yang suka makan pedas dengan kadar yang ringan. Ya, dari penampilan, Sambal Bajak terlihat sangat "garang" : Merah membara. Tapi yakinlah, pada saat Anda makan, justru yang terasa adalah gurih dan manisnya. Pedasnya malah kalah dengan kegurihan sambal ini.

Sambal ini merupakan sambal yang sangat populer di Jawa Tengah. Kunci kenikmatan sambal ini adalah pada kombinasi cabe dan tomatnya yang harus pas. Cabenya tidak boleh dari jenis yang pedas, dan tomatnya tidak boleh dari jenis yang terlalu asam. Kombinasi keduanya menghasilkan sambal yang "sangar di muka, tapi lembut di dalam".



7. SAMBAL BAWANG 
Merupakan Sambal khasnya orang Arek Suroboyo atau Jawa Timur. Seperti namanya, sambal ini merupakan perpaduan antara cabe, bawang putih, dan bawang merah. Kunci kelezatan sambal ini adalah pada prosesnya yang berbeda dari sambal lain, di mana cabe dan bawang justru ditumis lebih dulu sebelum diuleg. Cara ini berkebalikan dengan proses pembuatan cabe goreng pada umumnya.

Keunggulan Sambal Bawang adalah aromanya yang sangat harum karena perpaduan bawang merah dan bawang putih yang digoreng bersama cabe merah. Meski cocok sebagai pendamping segala jenis masakan, tapi banyak orang setuju kalau Sambal Bawang paling klop jika menjadi teman makan bebek atau ayam goreng. Apalagi kalau makannya dengan nasi hangat dan teh manis hangat. Wuih... Mantap tenan..... !!!!



8. SAMBAL TOMAT
Nah.... ini nih... Sambal Tergurih yang hanya ada di Indonesia. Sambal ini merupakan sambal yang terbuat dari cabe, tomat, garam, bawang merah, bawang putih, dan terasi. Proses pembuatannya mirip dengan Sambal Bajak atau Sambal Bawang : Cabei, Bawang Merah, Bawang Putih, dan Tomat digoreng hinga layu. Setelah itu semua bahan itu diuleg dan dicampur dengan terasi, gula, dan garam.

Sambal yang aslinya dari Jawa Timur itu banyak kita temui di warung-warung, terutama Warung Pecel Lele. Makan sambal ini dengan ayam goreng, bebek goreng, lele goreng, dan tempe goreng, rasanya .... mantap banget...!!!!



9. SAMBAL MATAH
Sambal ini menawarkan sensasi pedas alami yang benar-benar segar. Berasal dari Bali, sambal ini adalah jenis sambal mentah segar yang tidak diolah sama sekali. Mirip Sambal Dabu-Dabu, Sambal Matah menggunakan banyak bahan beraroma pedas dan segar : Cabe Merah, Cabe Hijau, Bawang Merah, Tomat Hijau, Serai, Terasi, dan Daun Jeruk. Kesemua bahan itu diiris tipis dan dipotong kecil-kecil, kemudian dicampur. Sebelum dikonsumsi, siramkan air jeruk nipis di atas sambal ini.

Sambal ini tampak sangat indah dengan warna-warni yang menggugah selera makan. Pedasnya? Sudah tidak perlu ditanya : Benar-benar alami. Biasanya sambal ini digunakan untuk teman makan bersama nasi hangat dan ikan atau seafood bakar.



10. SAMBAL KOREK
Secara fisik dan rasa, Sambal asal Solo ini sangat mirip dengan Sambal Bawang. Maklum, bahannya mirip dan proses pembuatannya pun nyaris sama.

Perbedaan paling mencoloknya adalah pada jumlah cabe rawit yang digunakan pada Sambal Korek yang jauh lebih banyak dibandingkan Sambal Bawang. Selain itu, bahan yang digunakan lebih sedikit (hanya cabe rawit, bawang merah, bawang putih, dan garam). Proses pembuatannya pun tidak digoreng, tapi hanya diuleg dan ditetesi minyak panas pada akhir proses.

Mengapa sambal ini disebut Sambal Korek? Karena penikmat sambel ini tidak bisa mendapatkan sambal ini dalam jumlah banyak. Saat disajikan, sambal ini hanya diberikan sangat sedikit. Bukan pelit, tapi karena pedasnya yang luar biasa mantap, seringkali sambal ini dibuang begitu saja oleh konsumen. Daripada mubazir, makanya mereka hanya diberi sedikit. Karena diberi sedikit itulah, maka Konsumen kadang penasaran. Jadi pada saat sambalnya sudah habis, mereka "mengorek-korek" tatakan sambal untuk mendapatkan sisa sambal yang menempel. Karena itulah sambal ini dikenal dengan sebutan Sambal Korek.

Biasanya Sambal Korek dijual di warung pinggir jalan yang menyajikan bebek goreng di Solo. Coba cicipi sambal ini dengan menu nasi hangat dan bebek goreng panas. Wuih.... Dak kebayang mantapnya ....


Apa sambal favorit Anda? Bagi-bagi informasi di sini dunk.......

Friday, 18 July 2014

10 Permainan Tradisional Indonesia yang Populer dan Wajib Dilestarikan


Indonesia memiliki ragam permaian tradisional unik yang sudah ada sejak dulu kala. Di masa lalu, jauh sebelum orang mengenal internet dan gadget, permainan tersebut biasanya dimainkan dan melibatkan banyak anak, sehingga muncul semangat kebersamaan dan persatuan di antara mereka. Sayang sekali, dengan perkembangan teknologi seperti sekarang, permainan tersebut sudah makin ditinggalkan. Bahkan di beberapa daerah, permainan itu justru sudah "terlupakan" dan tidak dikenal lagi oleh generasi masa kini.

Guna melestarikan dan mengingat kembali permainan tradisional tersebut, berikut ini adalah daftar 10 Permainan Tradisional Indonesia yang sempat populer di masa lalu. Kiranya permainan tersebut dapat terus dilestarikan dan dijadikan cagar budaya agar dapat terus diingat oleh generasi berikutnya.

1. BENTENGAN / BENTENG
Syukurlah, permainan tradisional klasik paling populer di masa lalu ini masih dimainkan di beberapa daerah tertentu di Indonesia. Permainan ini sebenarnya cukup sederhana : Dua kelompok masing-masing terdiri dari 4 - 10 orang memilih tiang atau pilar sebagai markas atau "benteng" mereka. Tugas masing-masing kelompok adalah menyerang dan mengambil alih "benteng" lawan.

Pemenang ditentukan dari kelompok mana yang pertama kali menyentuh tiang lawan. Selain itu, sebuah kelompok bisa juga menjadi pemenang apabila berhasil menahan semua anggota lawan dengan menyentuh badan mereka (orang yang bisa bertindak sebagai "penawan" adalah orang yang paling belakangan keluar dari benteng mereka dan mengejar lawan yang paling duluan keluar dari benteng).


2. CONGKAK / CONGKLAK
Ini juga merupakan permainan tradisional yang masih dikenal dan dimainkan di bebagai daerah di Indonesia, khususnya Jawa. Dalam permainan ini, cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dimasukkan ke dalam lubang papan congklak. Lubang pada papan congklak berjumlah 14 lubang kecil, dan masing-masing lubang diisi 7 butir biji congklak. Sedangkan di dua ujung papan congklak terdapat dua lubang besar yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan biji congklak yang berhasil dikumpulkan masing-masing pemain. tu

Dua pemain saling berhadapan. Di awal permainan, seorang pemain akan memilih lubang berisi biji congklak, mengambil isi semua biji pada lubang itu, lalu meletakkan biji itu ke masing-masing lubang di sebelah kanannya, hingga biji di tangannya habis. Apabila biji terakhir jatuh pada lubang berisi biji congklak, maka sang pemain akan mengambil semua biji pada lubang tersebut, dan mendistribusikan biji congklak ke masing-masing lubang kembali. Dan jika biji terakhir jatuh di lubang yang tidak ada biji congklak, maka gilirannya berakhir, dan gantian lawannya yang mengambil biji congklak.

Permainan selesai jika semua biji congklak di dalam semua lubang kecil sudah diambil semua. Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak.

Beruntunglah masih banyak orang yang sangat perduli dengan permainan tradisional ini, sehingga permainan congklak masih terus dilestarikan. Papan serta biji congklaknya pun kini masih dijual, bahkan hingga didistribusikan ke super market ternama di kota-kota besar, agar anak-anak masa kini masih tetap melestarikan permainan ini.


3. GALASIN
Di beberapa daerah, permainan ini disebuah Galah Asin atau Gobak Sodor. Sebuah permainan seru yang melibatkan insting, strategi, dan reflek. Sebenarnya sangat baik dimainkan anak-anak karena melatih konsentrasi dan kesigapan dalam berpikir, bergerak, dan bertindak.

Galasin biasanya dimainkan dalam tim yang terdiri dari 3 - 5 orang. Inti permainan ini adalah menghadang lawan agar tidak melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik. Untuk meraih kemenangan, setiap anggota grup harus melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan. Ukuran area lapangan permainan tidak ditentukan. Tapi biasanya untuk memudahkan permainan, biasanya digunakan lapangan segiempat seluas lapangan voli atau basket. Di dalam lapangan tersebut, biasanya dibuat garis vertikal dan horizontal yang membagi lapangan tersebut menjadi 6 bagian. Masing-masing garis horizontal dijaga oleh 1 orang yang tugasnya hanya boleh mengawal dan menjaga garis secara horizontal saja. Hanya 1 orang yang bertugas menjaga garis vertikal dan punya akses untuk bisa juga ke garis horizontal jika terpaksa.

Grup yang mendapat giliran menghadang akan berusaha keras menghadang lawannya untuk bisa berlari dan melewati lapangan bolak-balik. Sedangkan Grup yang satu lagi harus mampu mengecoh para penjaga agar bisa melintasi lapangan bolak-balik. Permainan berakhir apabila semua anggota kelompok grup berhasil melintasi lapangan bolak-balik. Tapi permainan dan posisi kelompok bisa bertukar (yang semula menjaga, berubah menjadi yang lari melewati lapangan bolak-balik) apabila semua anggota grup yang berusaha melintasi lapangan "tertangkap" atau tersentuh oleh para penjaga.


4. CASAN
Casan adalah sebuah permainan "keras" yang biasa dimainkan oleh anak-anak di daerah Sumatera (khususnya di Palembang). Permainan ini melibatkan pemainan dengan jumlah pemain beragam, mulai dari 4 - 10 orang, yang terbagi menjadi 2 grup. Permainan ini menggunakan bola kasti (atau bisa juga bola yang terbuat dari ke rtas tapi bagian dalamnya diisi batu sebesar jempol sebagai pemberat). Para pemain bertugas untuk saling menyambit anggota lawannya. Anggota yang terkena sambitan (casan) bola, akan kalah dan keluar dari lapangan permainan. Permainan berakhir apabila semua anggota dari salah satu grup terkena sambitan bola dan keluar dari lapangan.

Permainan ini memang sangat keras karena setiap pemain bisa menyambit semua bagian tubuh lawan. Belum lagi setiap pemain tidak dilengkapi pelindung tubuh, sehingga cedera dan luka sangat sering dialami para pemain. Guna mencegah cedera itulah maka banyak anak-anak kemudian memilih untuk membuat bola dari kertas koran.


5. BALAP KARUNG
Ini adalah perlombaan dan permainan tradisional yang sangat populer terutama di hari Kemerdekaan Indonesia. Dalam perlombaan ini, setiap pemain (biasanya anak-anak) memasukkan bagian bawah badannya ke dalam karung, lalu berdiri di garis "Start" yang telah ditentukan. Setelah mendapatkan aba-aba, para peserta akan berpacu dengan melompat-lompat dalam karung guna mencapai garis akhir.


6. EGRANG / JANGKUNGAN
Egrang adalah sebutan untuk galah atau tongkat yang digunakan seseorang untuk berdiri di atas tanah dan berjalan menggunakan galah tersebut. Di beberapa daerah tertentu, Egrang diperlombakan dalam bentuk perlombaan lari menggunakan egrang. Sama seperti perlombaan yang lain, pemenang adalah yang pertama kali tiba di garis akhir.


7. BOI-BOIAN
Permainan tradisional ini adalah permainan yang mengandalkan ketepatan dan kecepatan. Biasanya pemainnya terdiri dari 5- 10 orang. Cara bermainnya cukup sederhana : Sebelumnya dibuat susunan lempengan batu kecil. Satu orang bertugas menjaga lempengan, sementara yang lainnya bergantian melempari tumpukan lempengan itu dengan bola yang terbuat dari buntalan kertas yang dilapisi plastik.

Apabila seseorang melempari tumpukan lempengan tersebut hingga rubuh, maka sang penjaga harus segera mengambil bola dan melemparkannya ke anggota yang melempar bola tadi. Apabila ada yang terkena lemparan bola, orang tersebut akan gantian menjadi penjaga lempengan batu tersebut.


8. GATRIK
Permainan ini dimainkan oleh dua kelompok di mana masing-masing kelompok terdiri dari 3 - 5 orang. Alat yang digunakan adalah dua potongan bambu : yang satu menyerupai tongkat berukuran sekitar 30 sentimeter, yang satunya lagi berukuran lebih kecil.

Pertama, potongan bambu yang kecil ditaruh di antara dua batu, lalu dipukul dengan tongkat bambu, diteruskan dengan memukul bambu kecil tersebut sejauh mungkin. Pemukul akan terus melakukan proses ini hingga pukulannya gagal dan tidak mengenai bambu kecil, lalu digantikan oleh anggota kelompoknya yang lain. Permainan dianggap selesai apabila seluruh anggota kelompok telah gagal memukul bambu kecil. Biasanya kelompok tersebut mendapat hukuman dengan menggendong kelompok yang berjaga.


9. LOMPAT TALI
Ini adalah permainan tradisional yang hingga hari ini masih juga dimainkan oleh anak-anak di seluruh Indonesia. Setiap daerah punya aturan permainan masing-masing. Biasanya pemain dalam permainan ini ada 3 orang : 2 orang memegang tali dan 1 yang meloncat.

Meski memiliki aturan yang berbeda, namun semua permainan itu memiliki kesamaan, di mana orang yang meloncat harus mampu meloncati tali yang ditempati pada ketinggian tertentu, mulai dari mata kaki, hingga ujung kepala. Tali yang dipakai adalah tali yang terbuat dari anyaman karet gelang, sehingga lentur mengikuti gerakan tubuh.


10. BEKEL
Bekel adalah permainan yang membutuhkan konsentrasi dan kesigapan. Biasanya anak perempuan yang memainkan permainan ini. Tiap daerah punya peraturan permainan yang berbeda-beda, namun secara umum cara mainnya adalah seperti ini : Pemain melontarkan bola ke atas dan pada saat bersamaan mengambil atau mengubah posisi biji yang terletak di lantai. Aturan mengambil dan menempatkan posisi masing-masing biji itulah yang berbeda di setiap daerah.