Komunitas adalah sebuah kelompok yang didirikan oleh orang-orang yang memiliki kesamaan dalam hal tertentu (hobi, latar-belakang budaya, marga, dan lain-lain). Tujuan pendirian komunitas ini adalah untuk menjadi wadah berkumpul dan bertukar pengetahuan, yang nantinya dapat memperkaya ilmu masing-masing anggotanya.
Di Indonesia, ada banyak komunitas yang berdiri dan secara aktif melakukan banyak kegiatan. Dari sekian banyak komunitas, saya mengumpulkan 10 Komunitas di Indonesia yang menurut saya unik, dan benar-benar khas Indonesia (tidak ada di negara lain). Kesepuluh komunitas ini bisa dikatakan sebagai komunitas yang benar-benar mewakili keunikan budaya dan beragaman yang ada di Indonesia, serta menjawab bagaimana pengejawantahan makna "Bhinneka Tunggal Ika" di Bumi Pertiwi ini. Komunitas apa sajakah itu?
1. KOMUNITAS SEPEDA ONTEL
Sepeda ontel sangat populer di Indonesia tahun 1910-1970. Setelah keberadaannya digantikan sepeda jengki, Sepeda Ontel sempat menjadi barang usang dan nyaris terlupakan. Namun pada tahun 2000, beberapa orang mencoba menghidupkan sepeda ontel, kini, Sepeda Ontel meraih kepopulerannya kembali.
Di Indonesia, peminat dan penggemar sepeda ontel cukup banyak dan tersebar merataa. di seluruh Indonesia. Banyak komunitas pecinta sepeda ontel yang bermunculan sejak tahun 2004 hingga hari ini, seperti Paguyuban Sepedah Bauela (PSB), Jogja Onthel Community (JOC), Paguyuban Onthel Rabuk Yuswo (PORY), Paguyuban Onthel Djokja (POJOK), dan lain-lain adalah sebagian dari ratusan komunitas onthel yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagian besar komunitas itu bernaung di bawah organisasi KOSTI (Komunitas Sepeda Tua Indonesia).
Anggota komunitas biasanya berkumpul di waktu dan tempat tertentu, kemudian beramai-ramai melakukan perjalanan keliling kota. Kadang mereka mengenakan pakaian era tahun 1920-an untuk menyesuaikan dengan sepeda yang mereka bawa. Selain berkumpul dan berkeliling, para anggota biasanya juga berdiskusi dan bertukar informasi seputar suku cadang sepeda mereka, yang terbilang cukup sulit didapat di masa kini karena sudah tidak diproduksi lagi.
2. KOMUNITAS PECINTA BATU AKIK
Saya tidak menemukan kapan pertama kali Komunitas Pecinta Batu Akik berdiri. Tapi saya meyakini kalau komunitas ini telah ada sejak tahun 1970-an. Kala itu, Batu Akik meraih kepopulerannya ketika Tessy - salah seorang anggota grup lawak Srimulat - selalu tampil dengan jari-jarinya yang "ramai" dengan batu akik. Memang jauh sebelum Tessy populer, Batu Akik sudah disukai namun hanya kalangan terbatas saja. Barulah setelah Tessy sering muncul di televisi, batu akik mulai dikenal masyarkat luas dan digemari di berbagai daerah di Indonesia.
Kepopulerannya sempat turun di awal tahun 2000-an, namun naik kembali popularitasnya di akhir tahun 2014. Kini penggemar akik sudah meluas ke seluruh kalangan masyarakat, mulai dari kelas rendah hingga tinggi.
Seiring dengan meningkatkanya penggembar Batu Akik, maka bermunculan pula Komunitas Pecinta Batu Akik di Indonesia. Berbeda dengan komunitas yang ada, Komunitas Pecinta Batu Akik tidak secara konkret "mengikrarkan" keberadaan mereka. Komunitas itu hanyalah seperti ajang kumpul-kumpul para pecinta batu akik yang dilakukan secara sporadis (biasanya ditempat penjualan batu akik). Mereka biasanya berbagi ilmu soal jenis batu akik, metode mengecekan keaslian batu akik, membahas model jenis batu yang lagi tren, dan lain-lain.
3. KOMUNITAS PECINTA SEJARAH INDONESIA
Panjangnya sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, didukung dengan masih banyaknya gedung-gedung kuno bersejarah yang masih berdiri kokoh di beberapa kota, mendorong banyak orang untuk membentuk komunitas pecinta sejarah. Komunitas ini terdiri dari sekelompok orang yang memiliki kecintaan pada cerita sejarah. Kegiatan mereka biasa adalah dengan melakukan napak tilas ke tempat-tempat bersejarah di Indonesia, sekaligus mempelajari latar belakang sebuah kejadian yang terjadi di tempat itu.
Beberapa komunitas yang cukup populer adalah Komunitas Jejak Petjinan yang berada di Surabaya. Komunitas ini berdiri sejak tahun 2010, yang kegiatannya menelusuri jejak kehidupan masyarakat Tionghoa di Indonesia sejak jaman penjajahan Belanda hingga hari ini. Kegiatan yang mereka lakukan biasanya berupa wisaya budaya ke tempat-tempat bersejarah yang dikenal dengan sebutan MPS (Melantjong Petjinan Soerabaia).
Selain itu di Bandung, ada pula Komunitas Aleuit (bahasa Sunda yang berarti "Jalan Beriringan") yang didirikan mahasiswa Universitas Padjajaran tahun 2006. Komunitas ini didirikan untuk mengapresiasi sejarah, wisaja, dan lingkungan kota Bandung. Kegiatan yang mereka lakukan adalah mengunjungi objek sejarah, menonton film bersejarah, makan di tempat kuliner bersejarah, sekaligus melakukan diskusi berkenaan dengan hal-hal yang berhubungan dengan kejadian bersejarah di Bandung.
Yang paling ekstrim adalah kelompok Reenactors atau Komunitas Indonesia Reenactors, yang terdiri dari orang-orang pecinta sejarah Indonesia yang senang membuat permainan reka ulang sejarah. Permainan interaktif itu mereka buat sebagai upaya untuk membantu masyarakat masa kini agar lebih memahami sejarah Indonesia. Komunitas tersebut memiliki anggota lebih ari 1,345 orang dengan latar belakang yang cukup beragam : pengusaha, pekerja swasta, mahasiswa, politikus, dan lain-lain.
4. KOMUNITAS PERMAINAN TRADISIONAL
Indonesia sangat kaya dengan ragam budaya permainan tradisional. Setidaknya ada 2,500 buah permainan tradisional yang tersebar di seluruh Indonesia. Sayangnya, seiring dengan perkembangan teknologi, banyak anak yang lebih menyukai permainan digital dan modern daripada permainan tradisional. Dan tanpa kita sadari banyak permainan tersebut sudah nyaris "punah" dan hanya segelintir orang saja yang tahu permainan tersebut.
Hal ini menjadi keprihatinan banyak orang yang kemudian membentuk komunitas permainan tradisional guna mempertahankan keberadaan permainan tradisional tersebut. Komunitas ini tidak banyak, baik dari jumlah komunitas maupun anggotanya. Tapi usaha untuk melestarikan permainan tradisional ini patut diacungi jempol.
Saya menemukan ada 2 komunitas permainan tradisional yang cukup menonjol : Komunitas Hong dan Komunitas Anak Bawang.
Komunitas Hong didirikan oleh Mohammad Zaini Alif (Kang Zaini), seorang pemerhati budaya Sunda, yang pada tahun 2004 mendirikan komunitas ini (dan diresmikan pada tahun 2008). Beranggotakan 150 orang dengan rentang usia 6 hingga 90 tahun, komunitas ini mendokumentasikan 250 jenis permainan tradisional Sunda, 213 permainan tradisional Jawa Tengah dan Timur, serta 50 jenis permainan Lampung. Selain itu, komunitas ini juga membangun Kolecer, sebuah tempat untuk melatih permainan rakyat yang berlokasi di Kampung Bolang, Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Setiap tahunnya mereka mengadakan Festical Kolecer (festival permainan rakyat dengan berbagai upacara adat).
Sedangkan Komunitas Anak Bawang didirikan di Solo, Jawa Tengah. Berawal dari Seminar Permainan Tradisional yang digagas mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret, Surakarta, pada tahun 2011, timbul ide dari para peserta seminar untuk melestarikan permainan tradisional. Beberapa orang peserta kemudian mengadakan kegiatan pertemuan setiap Minggu Pagi di Car Free Day (Jalan Slamet Riadi, Solo) dengan membawa permainan tradisional mereka, lalu mengajak para pengunjung ikut bermain. Dari sekedar bermain bersama, akhirnya tercetus untuk mendirikan komunitas pecinta permainan tradisional yang mereka namai Komunitas Anak Bawang. Komunitas ini secara resmi berdiri tangal 10 November 2012. Kelompok ini berusaha melestarikan permainan tradisional Jawa Tengah yang sudah nyaris terlupakan, seperti Egrang, Catur Solo, Engklek, Dakon, dan lain-lain.
5. KOMUNITAS PECINTA BATIK
Sejak Batik ditetapkan sebagai Cagar Budaya Dunia oleh UNESCO, banyak orang Indonesia yang tergerak untuk melestarikan kebudayaan batik ini agar bisa terus menjadi identitas khas bangsa Indonesia. Karena itu, bermunculannya berbagai komunitas pecinta batik yang tersebar (mayoritas) di Pulau Jawa.
Beberapa di antaranya yang cukup terkenal adalah Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Bokor Kencono, Komunitas Batik Bergaya Klasik (KIBAS), Komunitas Pecinta Batik Sekar Jagad (SJ), dan lain-lain. Kegiatan komunitas ini tidak saja hanya kumpul-kumpul, tetapi juga menginventarisir produk batik Indonesia (motif, bahan, teknik batik, dan para ahli batik) agar tidak diklaim pihak luar negeri, melakukan pelatihan membatik kepada masyarakat umum, hingga pelestarian batik melalui forum diskusi, seminar, pengenalan produk, kunjungan ke sentra pengrajin batik, lomba berpakaian batik, dan lain-lain.
6. KOMUNITAS PECINTA KERIS
Keris juga adalah salah satu cagar budaya dunia asal Indonesia yang sudah mendapatkan pengakuan dari UNESCO. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia - terutama masyarakat Jawa - keris sudah menjadi bagian budaya dan kehidupan mereka. Bahkan tidak sedikit yang mengaitkan keris dengan kepercayaan manusia pada hal-hal yang bersifat mistik dan gaib.
Banyaknya penggemar keris, mendorong mereka untuk kemudian membentuk komunitas pecinta keris. Ada banyak komunitas pecinta keris di Indonesia. Salah satunya adalah Komunitas Panji Nusantara yang berdiri pada tahun 2005. Dengan anggota 600 orang (20% diantaranya adalah masyarakat luar negeri, seperti Perancis, Jerman, Belanda, Singapura, Hawaii, dan Brunei Darusallam), komunitas ini adalah komunitas pecinta keris yang ingin menyosialisasikan fungsi dan jenis keris kepada generasi muda.
Selain itu, ada pula Komunitas Pecinta Keris dan Tosan Aji (KPKTJ) yang merupakan komunitas pecinta keris yang bertujual melestarikan keris serta memberikan pengetahuan tentang perawatan serta pengenalan jenis-jenis keris.
Juga ada Komunitas Pemerhati Tosan Aji Yogyakarta (Mertikarta), yaitu komunitas pecinta benda pusaka keris yang ingin melestarikan keris sebaga bagian penting dari kebudayaan Indonesia.
7. KOMUNITAS PECINTA KERETA API
Meski perkembangan kereta api terbilang sangat lambat di Indonesia, tetapi tidak disangka kalau ternyata pemerhati dan pecinta kereta api di negara ini terbilang cukup banyak. Komunitas ini terbentuk lebih banyak karena keprihatinan mereka terhadap perkembangan kereta api di Indonesia yang - sejak jaman Belanda hingga hari ini - masih begitu-begitu saja. Selain itu, ada juga yang membentuk komunitas ini sebagai wujud keperdulian mereka terhadap perkereta-apian Indonesia dan berharap masyarakat lebih banyak lagi yang mencintai alat transportasi umum ini.
Ada banyak komunitas pecinta kereta api yang berkembang di Indonesia. Yang cukup populer adalah Komunitas Edan Sepur yang ada di Jakarta. Komunitas yang berdiri di Stasiun Jatinegara, Jakarta, tahun 2009 dengan beranggotakan 800 orang anak muda (dan 4,500 anggota di Facebook) ini merupakan komunitas penggemar kereta api dan segala hal yang berkaitan dengan Si Ular Besi ini, mulai dari pernak-pernik, jenis tiket, masinis, hingga gerbong. Mereka bahkan bisa membedakan jenis lokomotif dan suara mesinnya.
Selain itu, ada juga komunitas pecinta kereta api lain yang cukup populer, seperti Komunitas Indonesia RailFans, Komuter (Komunitas Peduli dan Pecinta Kereta Api), Komunitas Penggemar Kereta Api Indonesia, Paguyuban Pecinta Kereta Api (PPKA), Komunitas Railfans Daop Empat (KRDE), dan lain-lain.
8. KOMUNITAS KRETEK
Rokok kretek adalah rokok khas Indonesia yang sudah dikenal sejak abad ke-19, merupakan rokok berbahan tembakau asli dan cengkeh kering, yang dipadu saus cengkeh. Saat dinyalakan, rokok ini akan menimbulkan suara kretek-kretek daun tembakau dan cengkeh yang terbakar. Rokok ini sudah menjadi rokok yang umum dihisap oleh para pekerja pabrik rokok di kota Kudus.Awalnya, rokok ini dibuat dengan cara dilinting, dan menjadi kebiasaan kaum pria di wilayah Jawa Tengah, yang kemudian menyebar ke seluruh Indonesia. Kini rokok kretek beredar sudah dalam bentuk batangan dan tidak perlu lagi dilinting.
Meski kini telah banyak bermunculan rokok filter atau "rokok putih", namun rokok kretek tidak pernah hilang ditelan jaman. Bahkan hingga hari ini, rokok kretek masih diminati oleh masyarakat Indonesia. Untuk tetap menjaga serta melestarikan rokok kretek sebagai rokok asli Indonesia, beberapa kelompok penggembar rokok kretek mendirikan Komunitas Kretek. Komunitas ini berisikan orang-orang penggemar rokok kretek. Mereka tidak saja berkumpul untuk menikmati rokok kretek, tetapi juga bertukar informasi seputar rokok kretek, seperti jenis-jenis cengkeh, teknik pencampuran bahan rokok kretek untuk menciptakan sensasi rasa kretek yang baru, pembudayaan rokok kretek, dan lain-lain.
9. KOMUNITAS WAYANG INDONESIA
Wayang merupakan salah satu kesenian khas Indonesia yang juga telah ditetapkan UNESCO sebagai cagar budaya. Menilik dari sejarahnya, Wayang sudah menjadi pertunjukan hiburan di Indonesia sejak tahun 1500 Sebelum Masehi, jauh sebelum budaya dan agama dari luar masuk Indonesia. Meski kemudian banyak dipengaruhi oleh budaya Hindu, namun identitas Wayang sebagai salah satu bentuk kesenian Indonesia tidak pernah hilang.
Di Indonesia, perkembangan wayang tidak lepas dari dukungan masyarakat lewat lembaga-lembaga swadaya masyarakat dengan membuka sanggar, lembaga pendidikan, dan paguyuban. Selain itu, ada juga komunitas-komunitas pecinta Wayang yang dibuat oleh masyarakat yang perduli dengan keberadaan wayang sebagai cagar budaya asli Indonesia. Salah satunya yang cukup unik adalah Komunitas Wayang Beber Metropolitan yang dibentuk di Jakarta tahun 2009. Komunitas ini beranggotakan orang-orang yang senang mengambar wayang di atas kain. Tidak saja menggambar cerita pewayangan di atas kain, mereka juga merupakan kumpulan orang-orang yang suka di bidang seni pertunjukan wayang, dan mengaplikasikan budaya pewayangan itu ke dalam keseharian masyarakat Metropolitan masa kini.
Selain itu, ada pula beberapa Komunitas Wayang lain seperti Komunitas Wayang Pring (Tegal), Komunitas Wayang UI (Universitas Indonesia), Komunitas Wayang Suket, Komunitas Sangkakala (Ciamis), Komunitas Wang Cepak (Indramayu), Komunitas Wayang Sampah / Wangsa (Solo), dan lain-lain.
10. KOMUNITAS PEDULI LINGKUNGAN
Bencana alam - banjir, longsor, kebakaran hutan, dan sebagainya - ternyata mengusik rasa kepedulian masyarakat Indonesia, sehingga mereka berpikir bagaimana caranya ikut berperan dalam menjaga lingkungan agar terhindar dari bencara alam yang lebih besar. Berangkat dari keprihatinan akan alam itulah, maka bermunculan komunitas-komunitas peduli lingkungan yang belakangan ini cukup marak berkembang di seluruh Indonesia.
Dari sejarahnya, sebenarnya komunitas ini berakar dan berawal dari Komunitas Pecinta Alam. Komunitas tersebut banyak melakukan kegiatan sosial yang berhubungan dengan alam, seperti penanaman pohon, penghijauan, dan pembersihan sampah non-organik yang ditinggalkan para pengunjung hutan lindung. Semenjak sering terjadinya banjir di beberapa wilayah perkotaan, komunitas peduli lingkungan pun bermunculan, dan banyak melakukan kegiatan sosial untuk mencegah banjir. Mulai dari pembersihan sampah di selokan, hingga pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai banjir.
Di berbagai kota di Indonesia, komunitas ini berdiri dan bekerja sama dengan Dinas Kebersihan Kota serta jajaran Pemerintah Kota untuk membersihkan sampah yang menyumbat aliran air di selokan dan sungai. Beberapa komunitas tersebut antara lain : Komunitas BersihNyok Jakarta, Komunitas Orang Muda Peduli Sampah, Gropesh (Gerakan Orang Mudah Peduli Sampah), Gerakan Diet Kantong Plastik, Gerakan Bali Cantik Tanpa Sampah Plastik, Komunitas Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL), dan lain-lain.
Showing posts with label akik. Show all posts
Showing posts with label akik. Show all posts
Tuesday, 16 June 2015
Wednesday, 10 June 2015
10 Hobi Khas Orang Indonesia
Setiap orang punya hobi yang biasa mereka lakukan di waktu senggang. Tidak terkecuali orang Indonesia. Di tengah keragaman budayanya, ternyata kebanyakan mereka memiliki hobi seragam yang bisa dikelompokkan menjadi beberapa kelompok hobi yang sangat khas.
Berikut ini adalah hobi-hobi yang menjadi ciri khas orang Indonesia. Dan sepertinya hanya orang Indonesia yang punya hobi seperti ini.
1. BATU AKIK
Batu Akik adalah salah satu jenis mineral alam dari 3,000 jenis mineral bumi. Batu yang merupakan hasil diferensiasi, metamorfosa, dan sedimentasi magma ini tiba-tiba naik daun di tahun 2015 dan diminati masyarakat Indonesia. Sebenarnya produk ini sudah pernah populer di tahun 1970-an, berkat Tessy - salah satu personel lawak Srimulat - yang selalu mengenakan cincin akik di seluruh jarinya setiap kali pentas. Meski demikian, harus diakui kalau booming Batu Akik di masa itu kalah heboh dengan tahun ini.
Tahun ini, Batu Akik meraih kejayaannya dan menjadi benda yang paling dicari dan diminati masyarakat Indonesia. Harganya pun melambung sangat tinggi, bahkan beberapa jenis dijual dengan harga yang sudah tidak rasional (mulai ratusan juta sampai milyaran). Uniknya, meski dijual dengan harga setinggi itu, Batu Akik tersebut tidak dilengkapi dengan Sertifikat Keaslian (yang dikeluarkan Dinas Terkait) yang mendukung keaslian dan keabsahan Batu Akik mahal itu. Wajar jika kemudian muncul batu akik palsu (dari bahan plastik) yang dijual dengan harga setinggi langit (dan bodohnya : Ada orang yang beli !!!).
2. BELANJA
Sejak dekade 1970-an hingga hari ini, masyarakat Indonesia dikenal sebagai orang yang hobi belanja. Tidak perduli di mana pun di seluruh bagian dunia, kalau Anda masuk ke sebuah mal besar, pasti akan melihat (minimal) satu keluarga berasal dari Indonesia yang sedang "kalap" berbelanja. Sepertinya bagi orang Indonesia, belanja sudah menjadi tradisi yang hukumnya wajib, terutama jika mereka sedang ke luar kota atau bahkan ke luar negeri.
Kalau ditelusuri dari budaya asli orang Indonesia, hobi belanja berakar dari kebiasaan kekeluargaan untuk selalu membawa "buah tangan" saat berkunjung ke sanak saudara yang tinggal jauh. Biasanya ketika bertamu ke rumah kerabat, kita selalu membawa oleh-oleh untuk diberikan kepada kerabat tersebut. Nah, berangkat dari kebiasaan memberi itu, maka kemudian orang Indonesia "rajin" berbelanja saat sedang ke luar kota atau ke luar negeri. Setiap belanja, mereka pasti memikirkan untuk memberikan barang yang dibelinya ke si ini atau si itu.
Parahnya, Hobi Belanja ini tidak mengenal kondisi. Seperti informasi yang saya peroleh, pada tahun 2008, saat Krisis Moneter menghantam dunia secara keseluruhan, orang Indonesia justru menduduki peringkat pertama di Singapura sebagai Turis dengan Pengeluaran Terbanyak di masa itu.
Hobi ini semakin dipermudah dengan adanya kartu kredit yang proses aplikasinya sangat mudah dan cepat. Bagi masyarakat Indonesia, Kartu Kredit adalah "Kartu Sakti Dana Hibah" yang diberikan cuma-cuma buat mereka. Jadi wajar saja jika mereka mengejar penyedia fasilitas kartu kredit yang bisa memberikan plafon kartu kredit tertinggi. So, tidak heran kalau belakangan ini banyak orang Indonesia yang tiba-tiba jatuh miskin, bunuh diri, bersembunyi ketakutan dari Debt Collector karena tidak bisa membayar tagihan kartu kreditnya.
3. GONTA-GANTI GADGET
Untuk urusan perkembangan gadget, boleh tanya orang Indonesia karena mereka sangat update jika sudah bicara soal Gadget. Jangan kira kaum intelek seperti mahasiswa atau orang berduit saja yang tahu perkembangan gadget, bahkan sampai Tukang Becak dan pedagang asongan pun fasih bicara soal fitur gadget keluaran terbaru.
Wajar saja karena perkembangan teknologi masa kini, dibarengi dengan kemudahan untuk mendapatkan informasi di internet, dan dipermudah dengan murahnya perangkat gadget serta biaya berselancar di internet. Jadi tidak heran jika hampir semua orang Indonesia - terutama yang tinggal di daerah perkotaan - sangat melek teknologi.
Perkembangan teknologi ini juga dibarengi dengan hasrat keingintahuan yang sangat besar dan juga dorongan eksistensi yang sangat tinggi. Jadi buat sebagian besar masyarakat Indonesia, punya gadget terbaru itu rasanya "sesuatu banget". Tidak hanya akan dianggap sebagai orang "Paling Gaul Se-Indonesia", tetapi punya gadget terbaru dapat mempengaruhi status, wibawa, dan gengsi seseorang di lingkungan pergaulannya.
4. GOSIP
Meski pun gosip bukan komoditi yang mutlak punya orang Indonesia (toh di seluruh dunia juga orang senang bergosip), tapi rasanya tidak ada orang di negara mana pun yang menanggapi gosip sedemikian intens seperti di Indonesia. Hal ini mungkin bisa dimaklumi, mengingat budaya di Indonesia adalah "budaya kekeluargaan", di mana pada zaman dulu, ketika ada keluarga kesusahan, maka informasi tersebut akan disampaikan dari mulut-ke-mulut, sehingga kerabat keluarga yang tinggal nun jauh di sana bisa tahu dan segera membantu.
Tapi kini, budaya "berita dari mulut ke mulut" tersebut telah menjadi kebiasaan bahkan hobi yang "rutin" dilakukan banyak orang, tidak perduli pria maupun wanita. Hingga akhirnya muncul sebutan "Mulut Ember" buat orang-orang yang senang bergosip, dan istilah "Makin di-GO-sok, Makin SIP" yang merupakan kepanjangan dari kata Go-Sip dan cibiran buat orang yang hobi bergosip.
Hebatnya, Gosip versi orang Indonesia sangat inovatif dan kreatif, karena dari satu cerita yang didengar, mereka bisa mengembangkan cerita tersebut menjadi cerita yang sama sekali berbeda, dan jauh lebih seru dibandingkan versi aslinya.
Karena kemampuan mengembangkan cerita ini, harus diakui kalau imajinasi dan kreativitas orang Indonesia jauh lebih hebat daripada Penulis Skenario Hollywood. Jadi, kalau ada Penulis Skenario yang ingin belajar cara membuat Skenario Film yang keren banget (terutama yang mengusung konsep "Rashomon Effect"), belajarlah dengan orang Indonesia. Mereka jagonya ....
BTW, apa itu "Rashomon Effect"? Saya pernah mengulasnya dalam blog saya yang lain (kunjungi link berikut ini : http://funtertainment-facts.blogspot.com/2015/06/10-film-berkonsep-rashomon-effect.html).
5. PECINTA ALAM
Dengan luasnya wilayah hutan dan banyaknya daerah pegunungan di Indonesia, sangat wajar jika kemudian banyak orang Indonesia yang menyukai hobi dan aktivitas. Berbeda dengan aktivitas pecinta alam yang dilakukan orang di luar negeri, kegiatan Pecinta Alam di Indonesia bisa dibilang benar-benar "membumi" dan "mengalam", di mana aktivis kegiatan ini tidak hanya sekedar melakukan aktivitas keluar-masuk hutan, tetapi juga melakukan reboisasi hutan, seperti penanaman pohon, dan pembersihan sampah yang ditinggalkan orang-orang tidak bertanggung jawab.
Ada banyak komunitas pecinta alam yang berdiri di Indonsia (khususnya di Pulau Jawa), di mana aktivitas mereka banyak ditujukan untuk memperkenalkan alam-budaya Indonesia kepada masyarakat, serta mendorong masyarakat untuk mencintai alam Indonesia. Program-program seperti Panjat Gunung, Eksplorasi Hutan Belantara, serta Penanaman Sejuta Pohon menjadi beberapa bukti akan kecintaan dan keseriusan mereka pada hobi pelestarian alam yang sudah mendarah-daging dalam jiwa masyarakat Indonesia ini.
6. EKSIS DI SOSMED & TELEVISI
Kalau bicara eksis, sepertinya sudah bukan lagi hobi, tapi bagian hidup dari orang Indonesia.
Di Sosmed, orang Indonesia duduk di peringkat pertama sebagai Pengguna Sosmed Terbanyak di Dunia". Tidak hanya itu, mereka pun berada di posisi teratas "Pengguna Sosmed Paling Aktif di Dunia". Bahkan orang Indonesia sempat dijuluki "Pengguna Sosmed Paling Berisik" saat Piala Dunia Sepakbola 2014 silam, karena sangat rajin nge-twit di Twitter sepanjang pertandingan berlangsung.
Sosmed sudah menjadi bagian hidup masyarakat Indonesia. Dan sepertinya orang Indonesia sangat paham bagaimana memanfaatkan kecangihan sosmed, sehingga tidak saja menggunakannya sebagai alat unjuk diri, tapi juga hal lain seperti berjualan, memasarkan produk, hingga modus penipuan.
Selain hobi eksis di sosmed, orang Indonesia pun punya hobi "unjuk bakat" di televisi. Mereka tahu bagaimana caranya dikenal masyarakat lewat "bakat" yang mereka miliki. Sejak 10 tahun terakhir, banyak stasiun televisi yang menggelar acara "live performance" di dalam studio dengan mengajak banyak remaja Alay untuk mendukung acara tersebut. Acara itu sangat mereka manfaatkan untuk menunjukkan kemampuan dan bakat, mulai dari menari, bergaya, menyanyi, atau bahkan berakting (Anda lihat bagaimana mereka begitu menghayati sebuah lagu saat seorang penyanyi menyanyikan lagu tersebut...).
Jadi sangat tidak mengherankan jika saat ini stasiun televisi banyak mengadakan "live performance" di luar pangung dan sudah jarang melibatkan remaja Alay. Karena tanpa dibayar pun, sudah banyak orang berjibun untuk datang menonton acara tersebut. Bukan hanya sekedar nonton aksi panggung artis favoritnya, tapi juga punya tujuan utama : Biar masuk tipi.
7. BIKIN MEME
Keeksisan orang Indonesia di sosmed tidak saja hanya sebatas rajin posting, tetapi juga kreatif dalam membuat Meme. Ya, menurut Ana Larue - Manager Pemasaran PATH - Meme buatan orang Indonesia menduduki peringkat pertama di arus komunikasi sosmed di Path sebagai Meme paling banyak. Memang negara lain juga ada yang membuat Meme, tapi tidak sederas dan sekencang Meme produk orang Indonesia.
Tidak hanya Path, tapi di sosmed lain pun Meme orang Indonesia sangat mendominasi. Kreativitas - ditambah dengan selera humor masyarakat Indonesia yang sangat tinggi - membuat mereka dengan mudah membuat Meme yang lucu dan bikin orang ngakak hingga sakit perut.
8. NONTON SINETRON
Sinetron sebenarnya bukan hanya konsumsi Indonesia, tetapi juga konsumsi masyarakat dunia, dan mereka mengenalnya dengan nama yang berbeda. Amerika Serikat mengenalnya dengan istilah Soap Opera, Meksiko mengenalnya dengan sebutan Telenovela, dan China menyebutnya Dien She Ci (drama televisi). Meski demikian, ada perbedaan budaya hobi menonton sinetron Indonesia dengan masyarakat dunia.
Dalam menonton serian televisi, masyarakat dunia sesekali juga akan dihinggapi rasa bosan, sehingga mereka dengan mudah pindah jaringan televisi atau bahkan nonton serian televisi dari negara lain (lewat televisi kabel). Tapi jangan harap Anda bisa menerapkan hal yang sama dengan penonton Indonesia. Mereka punya dedikasi yang luar biasa terhadap tontonan Sinetron yang mereka tonton. Kalau sudah sreg dengan satu serial, mereka akan menonton serial itu hingga tuntas (meski tuntasnya tidak jelas kapan).
Nonton sinetron pun sudah menjadi budaya, hobi, dan tradisi yang sangat melekat di masyarakat Indonesia. Jika dulu serial sinetron mulai tayang di seluruh jaringan televisi sejak pukul 19.00 hingga 21.00, maka kini telah merambah dari pukul 18.00 hingga 22.00. Nonton sinetron juga digunakan sebagai sarana mengumpulkan anggota keluarga dan menikmati suasana kekeluargaan bersama. Jadi jangan heran jika Anda bisa melihat (terutama di daerah pinggiran kota) ada sebuah keluarga yang berkumpul bersama dan nonton sinetron tanpa jedah sejak usai maghrib sampai larut malam. Dan jangan heran pula kalau mereka sangat hebat dalam mengomentari bahkan berdiskusi seputar Sinetron yang sedang tayang.
9. MEROKOK
Meski budaya dan hobi merokok tidak hanya dimonopoli masyarakat Indonesia, tapi sepertinya hanya orang Indonesia yang saat ini paling sulit diatur soal merokok. Jika Anda ke luar negeri, pasti akan melihat bagaimana tertibnya para perokok. Ada waktu dan tempat tertentu bagi mereka untuk merokok. Dan mereka bisa menahan diri untuk tidak merokok di tempat keramaian yang tidak menyediakan tempat merokok buat mereka.
Parahnya di Indonesia, para perokok bisa merokok di mana saja dan kapan saja. Bahkan di tempat yang ada tanda "Dilarang Merokok" sekalipun mereka tetap bisa merokok. Pemerintah pernah menggelontorkan Aturan Denda bagi para perokok, tetapi tetap saja tidak membuat para perokok merubah kebiasaannya, dan mereka tetap asyik merokok seenaknya di mana pun mereka mau.
Beberapa waktu silam, televisi menayangkan iklan tentang bahaya merokok, di mana ditunjukkan adegan seorang wanita yang bercerita mengalami Kanker Pita Suara karena menjadi korban Perokok Pasif. Sebenarnya iklan itu sangat menyentuh. Hanya saja : Apakah para perokok di Indonesia terketuk hatinya untuk merubah hobi berbahaya mereka ini, agar tidak timbul korban-korban lain?
10. MENDENGAR MUSIK SEBELUM TIDUR
Saya baru tahu kalau ternyata banyak orang Indonesia yang punya hobi mendengarkan musik sebelum tidur. Mungkin ini disebabkan budaya sejak kecil, di mana banyak anak-anak yang senang "dikeloni" Ibunya saat tidur. Ketika akan tidur, Ibu biasanya bersenandung, menenangkan sang Anak. Hal inilah yang kemudian menjadi sebuah hobi yang turun-temurun dilakukan oleh banyak orang Indonesia, terutama yang tinggal di daerah Urban (Perkotaan).
Orang luar negeri dulu juga pernah melakukan kebiasaan ini, karena menurut mereka musik dapat menenangkan jiwa mereka saat sedang tidur. Hanya saja, berdasarkan penelitian belakangan ini, ternyata tidur sambil mendengarkan musik justru kurang baik, karena meski tubuh sudah dalam kondisi istirahat, tapi otak masih terus bekerja menerjemahkan suara musik yang diterima telinga. Akibatnya otak tidak mendapatkan kesempatan untuk beristirahat seperti bagian tubuh yang lain, sehingga dapat membuat orang tersebut merasa kelelahan di pagi hari, meski sebenarnya sudah tidur sangat cukup di malam hari. Karena itulah, kebiasaan ini sudah ditinggalkan banyak orang.
Namun justru di Indonesia, kebiasaan ini masih dilakukan. Alasannya, ya itu tadi... karena ingin "mengenang masa kecil yang bahagia". Selain itu, musik bagi mereka adalah penenang. Dan yang terutama : Koneksi Internet di malam hari biasanya sangat stabil, sehingga paling enak untuk streaming lagu. Halah....!!!
Berikut ini adalah hobi-hobi yang menjadi ciri khas orang Indonesia. Dan sepertinya hanya orang Indonesia yang punya hobi seperti ini.
1. BATU AKIK
Batu Akik adalah salah satu jenis mineral alam dari 3,000 jenis mineral bumi. Batu yang merupakan hasil diferensiasi, metamorfosa, dan sedimentasi magma ini tiba-tiba naik daun di tahun 2015 dan diminati masyarakat Indonesia. Sebenarnya produk ini sudah pernah populer di tahun 1970-an, berkat Tessy - salah satu personel lawak Srimulat - yang selalu mengenakan cincin akik di seluruh jarinya setiap kali pentas. Meski demikian, harus diakui kalau booming Batu Akik di masa itu kalah heboh dengan tahun ini.
Tahun ini, Batu Akik meraih kejayaannya dan menjadi benda yang paling dicari dan diminati masyarakat Indonesia. Harganya pun melambung sangat tinggi, bahkan beberapa jenis dijual dengan harga yang sudah tidak rasional (mulai ratusan juta sampai milyaran). Uniknya, meski dijual dengan harga setinggi itu, Batu Akik tersebut tidak dilengkapi dengan Sertifikat Keaslian (yang dikeluarkan Dinas Terkait) yang mendukung keaslian dan keabsahan Batu Akik mahal itu. Wajar jika kemudian muncul batu akik palsu (dari bahan plastik) yang dijual dengan harga setinggi langit (dan bodohnya : Ada orang yang beli !!!).
2. BELANJA
Sejak dekade 1970-an hingga hari ini, masyarakat Indonesia dikenal sebagai orang yang hobi belanja. Tidak perduli di mana pun di seluruh bagian dunia, kalau Anda masuk ke sebuah mal besar, pasti akan melihat (minimal) satu keluarga berasal dari Indonesia yang sedang "kalap" berbelanja. Sepertinya bagi orang Indonesia, belanja sudah menjadi tradisi yang hukumnya wajib, terutama jika mereka sedang ke luar kota atau bahkan ke luar negeri.
Kalau ditelusuri dari budaya asli orang Indonesia, hobi belanja berakar dari kebiasaan kekeluargaan untuk selalu membawa "buah tangan" saat berkunjung ke sanak saudara yang tinggal jauh. Biasanya ketika bertamu ke rumah kerabat, kita selalu membawa oleh-oleh untuk diberikan kepada kerabat tersebut. Nah, berangkat dari kebiasaan memberi itu, maka kemudian orang Indonesia "rajin" berbelanja saat sedang ke luar kota atau ke luar negeri. Setiap belanja, mereka pasti memikirkan untuk memberikan barang yang dibelinya ke si ini atau si itu.
Parahnya, Hobi Belanja ini tidak mengenal kondisi. Seperti informasi yang saya peroleh, pada tahun 2008, saat Krisis Moneter menghantam dunia secara keseluruhan, orang Indonesia justru menduduki peringkat pertama di Singapura sebagai Turis dengan Pengeluaran Terbanyak di masa itu.
Hobi ini semakin dipermudah dengan adanya kartu kredit yang proses aplikasinya sangat mudah dan cepat. Bagi masyarakat Indonesia, Kartu Kredit adalah "Kartu Sakti Dana Hibah" yang diberikan cuma-cuma buat mereka. Jadi wajar saja jika mereka mengejar penyedia fasilitas kartu kredit yang bisa memberikan plafon kartu kredit tertinggi. So, tidak heran kalau belakangan ini banyak orang Indonesia yang tiba-tiba jatuh miskin, bunuh diri, bersembunyi ketakutan dari Debt Collector karena tidak bisa membayar tagihan kartu kreditnya.
3. GONTA-GANTI GADGET
Untuk urusan perkembangan gadget, boleh tanya orang Indonesia karena mereka sangat update jika sudah bicara soal Gadget. Jangan kira kaum intelek seperti mahasiswa atau orang berduit saja yang tahu perkembangan gadget, bahkan sampai Tukang Becak dan pedagang asongan pun fasih bicara soal fitur gadget keluaran terbaru.
Wajar saja karena perkembangan teknologi masa kini, dibarengi dengan kemudahan untuk mendapatkan informasi di internet, dan dipermudah dengan murahnya perangkat gadget serta biaya berselancar di internet. Jadi tidak heran jika hampir semua orang Indonesia - terutama yang tinggal di daerah perkotaan - sangat melek teknologi.
Perkembangan teknologi ini juga dibarengi dengan hasrat keingintahuan yang sangat besar dan juga dorongan eksistensi yang sangat tinggi. Jadi buat sebagian besar masyarakat Indonesia, punya gadget terbaru itu rasanya "sesuatu banget". Tidak hanya akan dianggap sebagai orang "Paling Gaul Se-Indonesia", tetapi punya gadget terbaru dapat mempengaruhi status, wibawa, dan gengsi seseorang di lingkungan pergaulannya.
4. GOSIP
Meski pun gosip bukan komoditi yang mutlak punya orang Indonesia (toh di seluruh dunia juga orang senang bergosip), tapi rasanya tidak ada orang di negara mana pun yang menanggapi gosip sedemikian intens seperti di Indonesia. Hal ini mungkin bisa dimaklumi, mengingat budaya di Indonesia adalah "budaya kekeluargaan", di mana pada zaman dulu, ketika ada keluarga kesusahan, maka informasi tersebut akan disampaikan dari mulut-ke-mulut, sehingga kerabat keluarga yang tinggal nun jauh di sana bisa tahu dan segera membantu.
Tapi kini, budaya "berita dari mulut ke mulut" tersebut telah menjadi kebiasaan bahkan hobi yang "rutin" dilakukan banyak orang, tidak perduli pria maupun wanita. Hingga akhirnya muncul sebutan "Mulut Ember" buat orang-orang yang senang bergosip, dan istilah "Makin di-GO-sok, Makin SIP" yang merupakan kepanjangan dari kata Go-Sip dan cibiran buat orang yang hobi bergosip.
Hebatnya, Gosip versi orang Indonesia sangat inovatif dan kreatif, karena dari satu cerita yang didengar, mereka bisa mengembangkan cerita tersebut menjadi cerita yang sama sekali berbeda, dan jauh lebih seru dibandingkan versi aslinya.
Karena kemampuan mengembangkan cerita ini, harus diakui kalau imajinasi dan kreativitas orang Indonesia jauh lebih hebat daripada Penulis Skenario Hollywood. Jadi, kalau ada Penulis Skenario yang ingin belajar cara membuat Skenario Film yang keren banget (terutama yang mengusung konsep "Rashomon Effect"), belajarlah dengan orang Indonesia. Mereka jagonya ....
BTW, apa itu "Rashomon Effect"? Saya pernah mengulasnya dalam blog saya yang lain (kunjungi link berikut ini : http://funtertainment-facts.blogspot.com/2015/06/10-film-berkonsep-rashomon-effect.html).
5. PECINTA ALAM
Dengan luasnya wilayah hutan dan banyaknya daerah pegunungan di Indonesia, sangat wajar jika kemudian banyak orang Indonesia yang menyukai hobi dan aktivitas. Berbeda dengan aktivitas pecinta alam yang dilakukan orang di luar negeri, kegiatan Pecinta Alam di Indonesia bisa dibilang benar-benar "membumi" dan "mengalam", di mana aktivis kegiatan ini tidak hanya sekedar melakukan aktivitas keluar-masuk hutan, tetapi juga melakukan reboisasi hutan, seperti penanaman pohon, dan pembersihan sampah yang ditinggalkan orang-orang tidak bertanggung jawab.
Ada banyak komunitas pecinta alam yang berdiri di Indonsia (khususnya di Pulau Jawa), di mana aktivitas mereka banyak ditujukan untuk memperkenalkan alam-budaya Indonesia kepada masyarakat, serta mendorong masyarakat untuk mencintai alam Indonesia. Program-program seperti Panjat Gunung, Eksplorasi Hutan Belantara, serta Penanaman Sejuta Pohon menjadi beberapa bukti akan kecintaan dan keseriusan mereka pada hobi pelestarian alam yang sudah mendarah-daging dalam jiwa masyarakat Indonesia ini.
6. EKSIS DI SOSMED & TELEVISI
Kalau bicara eksis, sepertinya sudah bukan lagi hobi, tapi bagian hidup dari orang Indonesia.
Di Sosmed, orang Indonesia duduk di peringkat pertama sebagai Pengguna Sosmed Terbanyak di Dunia". Tidak hanya itu, mereka pun berada di posisi teratas "Pengguna Sosmed Paling Aktif di Dunia". Bahkan orang Indonesia sempat dijuluki "Pengguna Sosmed Paling Berisik" saat Piala Dunia Sepakbola 2014 silam, karena sangat rajin nge-twit di Twitter sepanjang pertandingan berlangsung.
Sosmed sudah menjadi bagian hidup masyarakat Indonesia. Dan sepertinya orang Indonesia sangat paham bagaimana memanfaatkan kecangihan sosmed, sehingga tidak saja menggunakannya sebagai alat unjuk diri, tapi juga hal lain seperti berjualan, memasarkan produk, hingga modus penipuan.
Selain hobi eksis di sosmed, orang Indonesia pun punya hobi "unjuk bakat" di televisi. Mereka tahu bagaimana caranya dikenal masyarakat lewat "bakat" yang mereka miliki. Sejak 10 tahun terakhir, banyak stasiun televisi yang menggelar acara "live performance" di dalam studio dengan mengajak banyak remaja Alay untuk mendukung acara tersebut. Acara itu sangat mereka manfaatkan untuk menunjukkan kemampuan dan bakat, mulai dari menari, bergaya, menyanyi, atau bahkan berakting (Anda lihat bagaimana mereka begitu menghayati sebuah lagu saat seorang penyanyi menyanyikan lagu tersebut...).
Jadi sangat tidak mengherankan jika saat ini stasiun televisi banyak mengadakan "live performance" di luar pangung dan sudah jarang melibatkan remaja Alay. Karena tanpa dibayar pun, sudah banyak orang berjibun untuk datang menonton acara tersebut. Bukan hanya sekedar nonton aksi panggung artis favoritnya, tapi juga punya tujuan utama : Biar masuk tipi.
7. BIKIN MEME
Keeksisan orang Indonesia di sosmed tidak saja hanya sebatas rajin posting, tetapi juga kreatif dalam membuat Meme. Ya, menurut Ana Larue - Manager Pemasaran PATH - Meme buatan orang Indonesia menduduki peringkat pertama di arus komunikasi sosmed di Path sebagai Meme paling banyak. Memang negara lain juga ada yang membuat Meme, tapi tidak sederas dan sekencang Meme produk orang Indonesia.
Tidak hanya Path, tapi di sosmed lain pun Meme orang Indonesia sangat mendominasi. Kreativitas - ditambah dengan selera humor masyarakat Indonesia yang sangat tinggi - membuat mereka dengan mudah membuat Meme yang lucu dan bikin orang ngakak hingga sakit perut.
8. NONTON SINETRON
Sinetron sebenarnya bukan hanya konsumsi Indonesia, tetapi juga konsumsi masyarakat dunia, dan mereka mengenalnya dengan nama yang berbeda. Amerika Serikat mengenalnya dengan istilah Soap Opera, Meksiko mengenalnya dengan sebutan Telenovela, dan China menyebutnya Dien She Ci (drama televisi). Meski demikian, ada perbedaan budaya hobi menonton sinetron Indonesia dengan masyarakat dunia.
Dalam menonton serian televisi, masyarakat dunia sesekali juga akan dihinggapi rasa bosan, sehingga mereka dengan mudah pindah jaringan televisi atau bahkan nonton serian televisi dari negara lain (lewat televisi kabel). Tapi jangan harap Anda bisa menerapkan hal yang sama dengan penonton Indonesia. Mereka punya dedikasi yang luar biasa terhadap tontonan Sinetron yang mereka tonton. Kalau sudah sreg dengan satu serial, mereka akan menonton serial itu hingga tuntas (meski tuntasnya tidak jelas kapan).
Nonton sinetron pun sudah menjadi budaya, hobi, dan tradisi yang sangat melekat di masyarakat Indonesia. Jika dulu serial sinetron mulai tayang di seluruh jaringan televisi sejak pukul 19.00 hingga 21.00, maka kini telah merambah dari pukul 18.00 hingga 22.00. Nonton sinetron juga digunakan sebagai sarana mengumpulkan anggota keluarga dan menikmati suasana kekeluargaan bersama. Jadi jangan heran jika Anda bisa melihat (terutama di daerah pinggiran kota) ada sebuah keluarga yang berkumpul bersama dan nonton sinetron tanpa jedah sejak usai maghrib sampai larut malam. Dan jangan heran pula kalau mereka sangat hebat dalam mengomentari bahkan berdiskusi seputar Sinetron yang sedang tayang.
9. MEROKOK
Meski budaya dan hobi merokok tidak hanya dimonopoli masyarakat Indonesia, tapi sepertinya hanya orang Indonesia yang saat ini paling sulit diatur soal merokok. Jika Anda ke luar negeri, pasti akan melihat bagaimana tertibnya para perokok. Ada waktu dan tempat tertentu bagi mereka untuk merokok. Dan mereka bisa menahan diri untuk tidak merokok di tempat keramaian yang tidak menyediakan tempat merokok buat mereka.
Parahnya di Indonesia, para perokok bisa merokok di mana saja dan kapan saja. Bahkan di tempat yang ada tanda "Dilarang Merokok" sekalipun mereka tetap bisa merokok. Pemerintah pernah menggelontorkan Aturan Denda bagi para perokok, tetapi tetap saja tidak membuat para perokok merubah kebiasaannya, dan mereka tetap asyik merokok seenaknya di mana pun mereka mau.
Beberapa waktu silam, televisi menayangkan iklan tentang bahaya merokok, di mana ditunjukkan adegan seorang wanita yang bercerita mengalami Kanker Pita Suara karena menjadi korban Perokok Pasif. Sebenarnya iklan itu sangat menyentuh. Hanya saja : Apakah para perokok di Indonesia terketuk hatinya untuk merubah hobi berbahaya mereka ini, agar tidak timbul korban-korban lain?
10. MENDENGAR MUSIK SEBELUM TIDUR
Saya baru tahu kalau ternyata banyak orang Indonesia yang punya hobi mendengarkan musik sebelum tidur. Mungkin ini disebabkan budaya sejak kecil, di mana banyak anak-anak yang senang "dikeloni" Ibunya saat tidur. Ketika akan tidur, Ibu biasanya bersenandung, menenangkan sang Anak. Hal inilah yang kemudian menjadi sebuah hobi yang turun-temurun dilakukan oleh banyak orang Indonesia, terutama yang tinggal di daerah Urban (Perkotaan).
Orang luar negeri dulu juga pernah melakukan kebiasaan ini, karena menurut mereka musik dapat menenangkan jiwa mereka saat sedang tidur. Hanya saja, berdasarkan penelitian belakangan ini, ternyata tidur sambil mendengarkan musik justru kurang baik, karena meski tubuh sudah dalam kondisi istirahat, tapi otak masih terus bekerja menerjemahkan suara musik yang diterima telinga. Akibatnya otak tidak mendapatkan kesempatan untuk beristirahat seperti bagian tubuh yang lain, sehingga dapat membuat orang tersebut merasa kelelahan di pagi hari, meski sebenarnya sudah tidur sangat cukup di malam hari. Karena itulah, kebiasaan ini sudah ditinggalkan banyak orang.
Namun justru di Indonesia, kebiasaan ini masih dilakukan. Alasannya, ya itu tadi... karena ingin "mengenang masa kecil yang bahagia". Selain itu, musik bagi mereka adalah penenang. Dan yang terutama : Koneksi Internet di malam hari biasanya sangat stabil, sehingga paling enak untuk streaming lagu. Halah....!!!
Subscribe to:
Posts (Atom)








