Lebaran tinggal hitungan hari. Beragam kesenian dan pertunjukan budaya dipersiapkan warga untuk menyambut hari kemenangan Umat Muslim ini. Dan berikut ini adalah tradisi budaya khas Indonesia yang biasanya dilakukan oleh masyarakat dalam menyambut Lebaran.
1. TRADISI PAWAI PEGONG
Ini adalah tradisi Lebaran unik yang hanya dilakukan di Jember, Jawa Timur. Pada hari ketujuh setelah Lebaran, masyarakat Jember mengadakan festival pawai Pegong (pedati khas Jember). Pegong tersebut dihias dengan cantik, kemudian diarak dari kota menuju pesisir Sungai Ulo Watu.
Setelah tiba di lokasi, masyarakat kemudian bersantap ketupat bersama.
Tradisi ini sudah merupakan tradisi turun-temurun. Hingga hari ini tradisi ini masih dipertahankan. Tidak saja bertujuan mempertahankan warisan budaya leluhur, tetapi juga untuk mempertahankan keberadaan Pegong, yang hingga hari ini sudah tersisih oleh moda transportasi modern, seperti angkot, taksi, dan ojek.
2. TRADISI MEUGANG
Di Aceh, ada tradisi unik bernama Meugang. Tradisi ini dilakukan saat Lebaran, di mana keluarga yang merayakan Lebaran di Aceh beramai-ramai menyembelih dan memasak daging sapi atau kambing, yang kemudian dibagikan kepada kaum dhuafa serta dimakan bersama keluarga.
Budaya ini masih dilakukan masyarakat perkampungan. Biasanya usai menjalani Sholat Ied, masyarakat berkumpul di halaman mesjid, kemudian melakukan tradisi ini. Tradisi Meugang tidak saja dilakukan di saat Lebaran, tetapi juga saat Idhul Adha atau Lebaran Kurban.
3. MENYULUT MERIAM KARBIT
Di Pontianak, saat malam takbiran, masyarakat mengadakan Festival Meriam Karbit yang dilakukan di Sungai Kapuas. Meriam Karbit adalah meriam yang terbuat dari bambu berbagai ukuran dan di dalamnya dimasukkan karbit. Cara menembaknya adalah dengan menyulutnya, sehingga karbit di dalam meriam pun meledak dan ledakannya keluar dari ujung bambu.
Festival ini digelar untuk mengenang Sultan Syarif Abdulrahman Alkadri, pendiri Kota Pontianak, yang punya kebiasaan mengusir kuntilanak dengan meriam.
Belakangan ini, Pemerintah Kota menjadikan festival itu sebagai kegiatan rutin yang diadakan setiap tahun. Meriam Karbit disusun dan disulut mulai dari Pelabuhan Sangie Pontianak hingga kawasan pinggiran Gang Garuda di Jalan Imam Bonjol.
4. TRADISI RONJOK SAYAK
Dikenal juga dengan tradisi Bakar Gunung Api. Tradisi ini dilakukan di Bengkulu, dan sudah merupakan tradisi yang dilakukan ratusan tahun silam. Banyak orang meyakini tradisi ini pertama kali dilakukan oleh Suku Serawai yang merupakan salah satu suku tertua dan terlama di Bengkulu.
Tradisi ini biasanya dilakukan pada Malam Takbiran. Biasanya masyarakat menyusun batok kelapa seperti tusuk satu yang menjulang ke atas, lalu membakar batok itu. Pembakaran batok kelapa ini dilakukan warga secara serempak usai melaksanakan sholat Isya.
5. TRADISI PUKUL SAPU
Salah satu tradisi yang cukup ekstrim yang dilakukan di Indonesia adalah Tradisi Pukul Sapu. Tradisi ini biasanya dilakukan warga Desa Morella dan Desa Mamala yang berlokasi di Kecamatan Leihitu, Maluku Tengah.
Setiap hari ketujuh Lebaran, para warga berkumpul di halaman Mesjid Besar, kemudian mengutus para pria perwakilan masing-masing desa, untuk berkumpul di tengah lapangan. Setelah itu mereka pun saling menyabetkan lidi enau ke bagian badan lawannya. Lidi enau merupakan lidi yang sangat kuat dan tajam dan mampu merobek kulit jika tersabet ke tubuh. Tujuan Tradisi Pukul Sapu ini adalah untuk menjalin silaturahmi antar dua desa, dan memaafkan kesalahan di masa lalu.
Tradisi ini biasanya berlangsung sekitar 30 menit. Setelah semua peserta dipastikan terkena sabetan, maka "perang" pukul sapu pun selesai, dan para peserta saling berjabat tangan atau berpelukan.
6. TRADISI BATABO
Tradisi yang dilakukan warga Kampar, Kepulauan Riau, ini merupakan tradisi yang sudah berlangsung turun-temurun. Bisa dikatakan tradisi ini merupakan tradisi menyambut para pemudik yang kembali ke kampung halamannya.
Biasanya, jika ada rombongan pemudik yang datang, masyarakat melakukan upacara penyambutan dan mengarak para pemudik dengan diiringi rebana, mulai dari lokasi kedatangan hingga ke desa mereka.
Malam harinya, tradisi ini dilanjutkan dengan pengajian dan lomba membaca Al-Qur'an.
Tradisi ini dilakukan sebagai wujud silaturahmi serta rasa rindu keluarga pada pemudik.
7. TRADISI LEBARAN TOPAT
Ketupat adalah salah satu makanan khas - selain gule - yang biasa disantap pada saat Lebaran. Namun Suku Sasak yang tinggal di Lombok, Nusa Tenggara Barat, tidak menggunakannya untuk disantap tapi "senjata". Lho?
Ya. Seminggu sebelum Lebaran, Suku Sasak biasa melakukan tradisi yang mereka sebut Lebaran Topat. Tradisi yang biasa dilakukan di Pura Lingsar, Lombok Barat, ini melibatkan warga yang saling lembar ketupat. Warga percaya kalau mereka melempar ketupat ke warga lain, maka permohonan dan doa mereka terkabul.
8. TRADISI GREBEG SYAWAL
Tradisi Yogyakarta ini terbilang seru. Setiap tanggal 1 Syawal, pihak Keraton Yogyakarta akan menyerahkan Gunungan Lanang (Kakung) kepada warga untuk diarak ke Mesjid Gede Kraton Ngayogyakarta. Gunungan yang terbuat dari sayur-sayuran dan hasil bumi itu kemudian didoakan, lalu dibagi-bagikan kepada warga. Biasanya warga mengambil gunungan itu dengan cara berebutan.
Masyarakat percaya kalau gunungan yang sudah didoakan itu akan membawa berkah. Siapapun yang mendapatkan bagian dari gunungan itu, niscaya doanya akan terkabul.
9. TRADISI MEMBAKAR ILO SANGGARI
Ilo Sanggari adalah Lentera. Tradisi ini sebenarnya adalah tradisi kuno yang dilakukan oleh masyarakat pedesaan Dompu, Nusa Tenggara Barat, sejak abad 15 Masehi. Sayangnya, tradisi ini sudah jarang dilakukan, mengingat listrik sudah masuk ke banyak desa di sana, sehingga penggunaan lentera sudah banyak ditinggalkan.
Tradisi ini biasa dilakukan tiga malam menjelang Idul Fitri. Pada waktu itu, masyarakat akan memasang lentera mengelilingi rumah mereka. Lentera yang dipasang biasanya merupakan lentera yang dibuat sendiri dengan berbagai bentuk dan warna.
10. TRADISI MAKAN NASI JAHA
Masyarakat Motoboi Besar di Sulawesi Utara mengenal tradisi Binarundak atau memasak Nasi Jaha bersama-sama. Tradisi ini biasanya dilakukan tiga hari setelah Idul Fitri. Tradisi ini masih tergolong baru, dan terinspirasi dari Tradisi Lebaran Ketupat yang biasa dilakukan di Minahasa dan Gorontalo. Pelaksanaan acaranya pun mirip dengan tradisi tersebut, hanya bedanya yang dimasak dan dimakan bukan ketupat tapi Nasi Jaha.
Nasi Jaha adalah makanan khas Sulawesi Utara. Meski namanya "nasi", tapi bahan yang digunakan adalah Beras Ketan yang dicampur santan dan jahe. Campuran itu dimasukkan ke dalam batang bambu yang dilapisi daun pisang, kemudian dibakar dengan seraut kelapa. Setelah matang, Nasi Jaha kemudian dinikmati bersama masyarakat setempat.
Showing posts with label jakarta. Show all posts
Showing posts with label jakarta. Show all posts
Thursday, 9 July 2015
Tuesday, 16 June 2015
10 Komunitas Unik yang Cuma Ada di Indonesia
Komunitas adalah sebuah kelompok yang didirikan oleh orang-orang yang memiliki kesamaan dalam hal tertentu (hobi, latar-belakang budaya, marga, dan lain-lain). Tujuan pendirian komunitas ini adalah untuk menjadi wadah berkumpul dan bertukar pengetahuan, yang nantinya dapat memperkaya ilmu masing-masing anggotanya.
Di Indonesia, ada banyak komunitas yang berdiri dan secara aktif melakukan banyak kegiatan. Dari sekian banyak komunitas, saya mengumpulkan 10 Komunitas di Indonesia yang menurut saya unik, dan benar-benar khas Indonesia (tidak ada di negara lain). Kesepuluh komunitas ini bisa dikatakan sebagai komunitas yang benar-benar mewakili keunikan budaya dan beragaman yang ada di Indonesia, serta menjawab bagaimana pengejawantahan makna "Bhinneka Tunggal Ika" di Bumi Pertiwi ini. Komunitas apa sajakah itu?
1. KOMUNITAS SEPEDA ONTEL
Sepeda ontel sangat populer di Indonesia tahun 1910-1970. Setelah keberadaannya digantikan sepeda jengki, Sepeda Ontel sempat menjadi barang usang dan nyaris terlupakan. Namun pada tahun 2000, beberapa orang mencoba menghidupkan sepeda ontel, kini, Sepeda Ontel meraih kepopulerannya kembali.
Di Indonesia, peminat dan penggemar sepeda ontel cukup banyak dan tersebar merataa. di seluruh Indonesia. Banyak komunitas pecinta sepeda ontel yang bermunculan sejak tahun 2004 hingga hari ini, seperti Paguyuban Sepedah Bauela (PSB), Jogja Onthel Community (JOC), Paguyuban Onthel Rabuk Yuswo (PORY), Paguyuban Onthel Djokja (POJOK), dan lain-lain adalah sebagian dari ratusan komunitas onthel yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagian besar komunitas itu bernaung di bawah organisasi KOSTI (Komunitas Sepeda Tua Indonesia).
Anggota komunitas biasanya berkumpul di waktu dan tempat tertentu, kemudian beramai-ramai melakukan perjalanan keliling kota. Kadang mereka mengenakan pakaian era tahun 1920-an untuk menyesuaikan dengan sepeda yang mereka bawa. Selain berkumpul dan berkeliling, para anggota biasanya juga berdiskusi dan bertukar informasi seputar suku cadang sepeda mereka, yang terbilang cukup sulit didapat di masa kini karena sudah tidak diproduksi lagi.
2. KOMUNITAS PECINTA BATU AKIK
Saya tidak menemukan kapan pertama kali Komunitas Pecinta Batu Akik berdiri. Tapi saya meyakini kalau komunitas ini telah ada sejak tahun 1970-an. Kala itu, Batu Akik meraih kepopulerannya ketika Tessy - salah seorang anggota grup lawak Srimulat - selalu tampil dengan jari-jarinya yang "ramai" dengan batu akik. Memang jauh sebelum Tessy populer, Batu Akik sudah disukai namun hanya kalangan terbatas saja. Barulah setelah Tessy sering muncul di televisi, batu akik mulai dikenal masyarkat luas dan digemari di berbagai daerah di Indonesia.
Kepopulerannya sempat turun di awal tahun 2000-an, namun naik kembali popularitasnya di akhir tahun 2014. Kini penggemar akik sudah meluas ke seluruh kalangan masyarakat, mulai dari kelas rendah hingga tinggi.
Seiring dengan meningkatkanya penggembar Batu Akik, maka bermunculan pula Komunitas Pecinta Batu Akik di Indonesia. Berbeda dengan komunitas yang ada, Komunitas Pecinta Batu Akik tidak secara konkret "mengikrarkan" keberadaan mereka. Komunitas itu hanyalah seperti ajang kumpul-kumpul para pecinta batu akik yang dilakukan secara sporadis (biasanya ditempat penjualan batu akik). Mereka biasanya berbagi ilmu soal jenis batu akik, metode mengecekan keaslian batu akik, membahas model jenis batu yang lagi tren, dan lain-lain.
3. KOMUNITAS PECINTA SEJARAH INDONESIA
Panjangnya sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, didukung dengan masih banyaknya gedung-gedung kuno bersejarah yang masih berdiri kokoh di beberapa kota, mendorong banyak orang untuk membentuk komunitas pecinta sejarah. Komunitas ini terdiri dari sekelompok orang yang memiliki kecintaan pada cerita sejarah. Kegiatan mereka biasa adalah dengan melakukan napak tilas ke tempat-tempat bersejarah di Indonesia, sekaligus mempelajari latar belakang sebuah kejadian yang terjadi di tempat itu.
Beberapa komunitas yang cukup populer adalah Komunitas Jejak Petjinan yang berada di Surabaya. Komunitas ini berdiri sejak tahun 2010, yang kegiatannya menelusuri jejak kehidupan masyarakat Tionghoa di Indonesia sejak jaman penjajahan Belanda hingga hari ini. Kegiatan yang mereka lakukan biasanya berupa wisaya budaya ke tempat-tempat bersejarah yang dikenal dengan sebutan MPS (Melantjong Petjinan Soerabaia).
Selain itu di Bandung, ada pula Komunitas Aleuit (bahasa Sunda yang berarti "Jalan Beriringan") yang didirikan mahasiswa Universitas Padjajaran tahun 2006. Komunitas ini didirikan untuk mengapresiasi sejarah, wisaja, dan lingkungan kota Bandung. Kegiatan yang mereka lakukan adalah mengunjungi objek sejarah, menonton film bersejarah, makan di tempat kuliner bersejarah, sekaligus melakukan diskusi berkenaan dengan hal-hal yang berhubungan dengan kejadian bersejarah di Bandung.
Yang paling ekstrim adalah kelompok Reenactors atau Komunitas Indonesia Reenactors, yang terdiri dari orang-orang pecinta sejarah Indonesia yang senang membuat permainan reka ulang sejarah. Permainan interaktif itu mereka buat sebagai upaya untuk membantu masyarakat masa kini agar lebih memahami sejarah Indonesia. Komunitas tersebut memiliki anggota lebih ari 1,345 orang dengan latar belakang yang cukup beragam : pengusaha, pekerja swasta, mahasiswa, politikus, dan lain-lain.
4. KOMUNITAS PERMAINAN TRADISIONAL
Indonesia sangat kaya dengan ragam budaya permainan tradisional. Setidaknya ada 2,500 buah permainan tradisional yang tersebar di seluruh Indonesia. Sayangnya, seiring dengan perkembangan teknologi, banyak anak yang lebih menyukai permainan digital dan modern daripada permainan tradisional. Dan tanpa kita sadari banyak permainan tersebut sudah nyaris "punah" dan hanya segelintir orang saja yang tahu permainan tersebut.
Hal ini menjadi keprihatinan banyak orang yang kemudian membentuk komunitas permainan tradisional guna mempertahankan keberadaan permainan tradisional tersebut. Komunitas ini tidak banyak, baik dari jumlah komunitas maupun anggotanya. Tapi usaha untuk melestarikan permainan tradisional ini patut diacungi jempol.
Saya menemukan ada 2 komunitas permainan tradisional yang cukup menonjol : Komunitas Hong dan Komunitas Anak Bawang.
Komunitas Hong didirikan oleh Mohammad Zaini Alif (Kang Zaini), seorang pemerhati budaya Sunda, yang pada tahun 2004 mendirikan komunitas ini (dan diresmikan pada tahun 2008). Beranggotakan 150 orang dengan rentang usia 6 hingga 90 tahun, komunitas ini mendokumentasikan 250 jenis permainan tradisional Sunda, 213 permainan tradisional Jawa Tengah dan Timur, serta 50 jenis permainan Lampung. Selain itu, komunitas ini juga membangun Kolecer, sebuah tempat untuk melatih permainan rakyat yang berlokasi di Kampung Bolang, Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Setiap tahunnya mereka mengadakan Festical Kolecer (festival permainan rakyat dengan berbagai upacara adat).
Sedangkan Komunitas Anak Bawang didirikan di Solo, Jawa Tengah. Berawal dari Seminar Permainan Tradisional yang digagas mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret, Surakarta, pada tahun 2011, timbul ide dari para peserta seminar untuk melestarikan permainan tradisional. Beberapa orang peserta kemudian mengadakan kegiatan pertemuan setiap Minggu Pagi di Car Free Day (Jalan Slamet Riadi, Solo) dengan membawa permainan tradisional mereka, lalu mengajak para pengunjung ikut bermain. Dari sekedar bermain bersama, akhirnya tercetus untuk mendirikan komunitas pecinta permainan tradisional yang mereka namai Komunitas Anak Bawang. Komunitas ini secara resmi berdiri tangal 10 November 2012. Kelompok ini berusaha melestarikan permainan tradisional Jawa Tengah yang sudah nyaris terlupakan, seperti Egrang, Catur Solo, Engklek, Dakon, dan lain-lain.
5. KOMUNITAS PECINTA BATIK
Sejak Batik ditetapkan sebagai Cagar Budaya Dunia oleh UNESCO, banyak orang Indonesia yang tergerak untuk melestarikan kebudayaan batik ini agar bisa terus menjadi identitas khas bangsa Indonesia. Karena itu, bermunculannya berbagai komunitas pecinta batik yang tersebar (mayoritas) di Pulau Jawa.
Beberapa di antaranya yang cukup terkenal adalah Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Bokor Kencono, Komunitas Batik Bergaya Klasik (KIBAS), Komunitas Pecinta Batik Sekar Jagad (SJ), dan lain-lain. Kegiatan komunitas ini tidak saja hanya kumpul-kumpul, tetapi juga menginventarisir produk batik Indonesia (motif, bahan, teknik batik, dan para ahli batik) agar tidak diklaim pihak luar negeri, melakukan pelatihan membatik kepada masyarakat umum, hingga pelestarian batik melalui forum diskusi, seminar, pengenalan produk, kunjungan ke sentra pengrajin batik, lomba berpakaian batik, dan lain-lain.
6. KOMUNITAS PECINTA KERIS
Keris juga adalah salah satu cagar budaya dunia asal Indonesia yang sudah mendapatkan pengakuan dari UNESCO. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia - terutama masyarakat Jawa - keris sudah menjadi bagian budaya dan kehidupan mereka. Bahkan tidak sedikit yang mengaitkan keris dengan kepercayaan manusia pada hal-hal yang bersifat mistik dan gaib.
Banyaknya penggemar keris, mendorong mereka untuk kemudian membentuk komunitas pecinta keris. Ada banyak komunitas pecinta keris di Indonesia. Salah satunya adalah Komunitas Panji Nusantara yang berdiri pada tahun 2005. Dengan anggota 600 orang (20% diantaranya adalah masyarakat luar negeri, seperti Perancis, Jerman, Belanda, Singapura, Hawaii, dan Brunei Darusallam), komunitas ini adalah komunitas pecinta keris yang ingin menyosialisasikan fungsi dan jenis keris kepada generasi muda.
Selain itu, ada pula Komunitas Pecinta Keris dan Tosan Aji (KPKTJ) yang merupakan komunitas pecinta keris yang bertujual melestarikan keris serta memberikan pengetahuan tentang perawatan serta pengenalan jenis-jenis keris.
Juga ada Komunitas Pemerhati Tosan Aji Yogyakarta (Mertikarta), yaitu komunitas pecinta benda pusaka keris yang ingin melestarikan keris sebaga bagian penting dari kebudayaan Indonesia.
7. KOMUNITAS PECINTA KERETA API
Meski perkembangan kereta api terbilang sangat lambat di Indonesia, tetapi tidak disangka kalau ternyata pemerhati dan pecinta kereta api di negara ini terbilang cukup banyak. Komunitas ini terbentuk lebih banyak karena keprihatinan mereka terhadap perkembangan kereta api di Indonesia yang - sejak jaman Belanda hingga hari ini - masih begitu-begitu saja. Selain itu, ada juga yang membentuk komunitas ini sebagai wujud keperdulian mereka terhadap perkereta-apian Indonesia dan berharap masyarakat lebih banyak lagi yang mencintai alat transportasi umum ini.
Ada banyak komunitas pecinta kereta api yang berkembang di Indonesia. Yang cukup populer adalah Komunitas Edan Sepur yang ada di Jakarta. Komunitas yang berdiri di Stasiun Jatinegara, Jakarta, tahun 2009 dengan beranggotakan 800 orang anak muda (dan 4,500 anggota di Facebook) ini merupakan komunitas penggemar kereta api dan segala hal yang berkaitan dengan Si Ular Besi ini, mulai dari pernak-pernik, jenis tiket, masinis, hingga gerbong. Mereka bahkan bisa membedakan jenis lokomotif dan suara mesinnya.
Selain itu, ada juga komunitas pecinta kereta api lain yang cukup populer, seperti Komunitas Indonesia RailFans, Komuter (Komunitas Peduli dan Pecinta Kereta Api), Komunitas Penggemar Kereta Api Indonesia, Paguyuban Pecinta Kereta Api (PPKA), Komunitas Railfans Daop Empat (KRDE), dan lain-lain.
8. KOMUNITAS KRETEK
Rokok kretek adalah rokok khas Indonesia yang sudah dikenal sejak abad ke-19, merupakan rokok berbahan tembakau asli dan cengkeh kering, yang dipadu saus cengkeh. Saat dinyalakan, rokok ini akan menimbulkan suara kretek-kretek daun tembakau dan cengkeh yang terbakar. Rokok ini sudah menjadi rokok yang umum dihisap oleh para pekerja pabrik rokok di kota Kudus.Awalnya, rokok ini dibuat dengan cara dilinting, dan menjadi kebiasaan kaum pria di wilayah Jawa Tengah, yang kemudian menyebar ke seluruh Indonesia. Kini rokok kretek beredar sudah dalam bentuk batangan dan tidak perlu lagi dilinting.
Meski kini telah banyak bermunculan rokok filter atau "rokok putih", namun rokok kretek tidak pernah hilang ditelan jaman. Bahkan hingga hari ini, rokok kretek masih diminati oleh masyarakat Indonesia. Untuk tetap menjaga serta melestarikan rokok kretek sebagai rokok asli Indonesia, beberapa kelompok penggembar rokok kretek mendirikan Komunitas Kretek. Komunitas ini berisikan orang-orang penggemar rokok kretek. Mereka tidak saja berkumpul untuk menikmati rokok kretek, tetapi juga bertukar informasi seputar rokok kretek, seperti jenis-jenis cengkeh, teknik pencampuran bahan rokok kretek untuk menciptakan sensasi rasa kretek yang baru, pembudayaan rokok kretek, dan lain-lain.
9. KOMUNITAS WAYANG INDONESIA
Wayang merupakan salah satu kesenian khas Indonesia yang juga telah ditetapkan UNESCO sebagai cagar budaya. Menilik dari sejarahnya, Wayang sudah menjadi pertunjukan hiburan di Indonesia sejak tahun 1500 Sebelum Masehi, jauh sebelum budaya dan agama dari luar masuk Indonesia. Meski kemudian banyak dipengaruhi oleh budaya Hindu, namun identitas Wayang sebagai salah satu bentuk kesenian Indonesia tidak pernah hilang.
Di Indonesia, perkembangan wayang tidak lepas dari dukungan masyarakat lewat lembaga-lembaga swadaya masyarakat dengan membuka sanggar, lembaga pendidikan, dan paguyuban. Selain itu, ada juga komunitas-komunitas pecinta Wayang yang dibuat oleh masyarakat yang perduli dengan keberadaan wayang sebagai cagar budaya asli Indonesia. Salah satunya yang cukup unik adalah Komunitas Wayang Beber Metropolitan yang dibentuk di Jakarta tahun 2009. Komunitas ini beranggotakan orang-orang yang senang mengambar wayang di atas kain. Tidak saja menggambar cerita pewayangan di atas kain, mereka juga merupakan kumpulan orang-orang yang suka di bidang seni pertunjukan wayang, dan mengaplikasikan budaya pewayangan itu ke dalam keseharian masyarakat Metropolitan masa kini.
Selain itu, ada pula beberapa Komunitas Wayang lain seperti Komunitas Wayang Pring (Tegal), Komunitas Wayang UI (Universitas Indonesia), Komunitas Wayang Suket, Komunitas Sangkakala (Ciamis), Komunitas Wang Cepak (Indramayu), Komunitas Wayang Sampah / Wangsa (Solo), dan lain-lain.
10. KOMUNITAS PEDULI LINGKUNGAN
Bencana alam - banjir, longsor, kebakaran hutan, dan sebagainya - ternyata mengusik rasa kepedulian masyarakat Indonesia, sehingga mereka berpikir bagaimana caranya ikut berperan dalam menjaga lingkungan agar terhindar dari bencara alam yang lebih besar. Berangkat dari keprihatinan akan alam itulah, maka bermunculan komunitas-komunitas peduli lingkungan yang belakangan ini cukup marak berkembang di seluruh Indonesia.
Dari sejarahnya, sebenarnya komunitas ini berakar dan berawal dari Komunitas Pecinta Alam. Komunitas tersebut banyak melakukan kegiatan sosial yang berhubungan dengan alam, seperti penanaman pohon, penghijauan, dan pembersihan sampah non-organik yang ditinggalkan para pengunjung hutan lindung. Semenjak sering terjadinya banjir di beberapa wilayah perkotaan, komunitas peduli lingkungan pun bermunculan, dan banyak melakukan kegiatan sosial untuk mencegah banjir. Mulai dari pembersihan sampah di selokan, hingga pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai banjir.
Di berbagai kota di Indonesia, komunitas ini berdiri dan bekerja sama dengan Dinas Kebersihan Kota serta jajaran Pemerintah Kota untuk membersihkan sampah yang menyumbat aliran air di selokan dan sungai. Beberapa komunitas tersebut antara lain : Komunitas BersihNyok Jakarta, Komunitas Orang Muda Peduli Sampah, Gropesh (Gerakan Orang Mudah Peduli Sampah), Gerakan Diet Kantong Plastik, Gerakan Bali Cantik Tanpa Sampah Plastik, Komunitas Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL), dan lain-lain.
Di Indonesia, ada banyak komunitas yang berdiri dan secara aktif melakukan banyak kegiatan. Dari sekian banyak komunitas, saya mengumpulkan 10 Komunitas di Indonesia yang menurut saya unik, dan benar-benar khas Indonesia (tidak ada di negara lain). Kesepuluh komunitas ini bisa dikatakan sebagai komunitas yang benar-benar mewakili keunikan budaya dan beragaman yang ada di Indonesia, serta menjawab bagaimana pengejawantahan makna "Bhinneka Tunggal Ika" di Bumi Pertiwi ini. Komunitas apa sajakah itu?
1. KOMUNITAS SEPEDA ONTEL
Sepeda ontel sangat populer di Indonesia tahun 1910-1970. Setelah keberadaannya digantikan sepeda jengki, Sepeda Ontel sempat menjadi barang usang dan nyaris terlupakan. Namun pada tahun 2000, beberapa orang mencoba menghidupkan sepeda ontel, kini, Sepeda Ontel meraih kepopulerannya kembali.
Di Indonesia, peminat dan penggemar sepeda ontel cukup banyak dan tersebar merataa. di seluruh Indonesia. Banyak komunitas pecinta sepeda ontel yang bermunculan sejak tahun 2004 hingga hari ini, seperti Paguyuban Sepedah Bauela (PSB), Jogja Onthel Community (JOC), Paguyuban Onthel Rabuk Yuswo (PORY), Paguyuban Onthel Djokja (POJOK), dan lain-lain adalah sebagian dari ratusan komunitas onthel yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebagian besar komunitas itu bernaung di bawah organisasi KOSTI (Komunitas Sepeda Tua Indonesia).
Anggota komunitas biasanya berkumpul di waktu dan tempat tertentu, kemudian beramai-ramai melakukan perjalanan keliling kota. Kadang mereka mengenakan pakaian era tahun 1920-an untuk menyesuaikan dengan sepeda yang mereka bawa. Selain berkumpul dan berkeliling, para anggota biasanya juga berdiskusi dan bertukar informasi seputar suku cadang sepeda mereka, yang terbilang cukup sulit didapat di masa kini karena sudah tidak diproduksi lagi.
2. KOMUNITAS PECINTA BATU AKIK
Saya tidak menemukan kapan pertama kali Komunitas Pecinta Batu Akik berdiri. Tapi saya meyakini kalau komunitas ini telah ada sejak tahun 1970-an. Kala itu, Batu Akik meraih kepopulerannya ketika Tessy - salah seorang anggota grup lawak Srimulat - selalu tampil dengan jari-jarinya yang "ramai" dengan batu akik. Memang jauh sebelum Tessy populer, Batu Akik sudah disukai namun hanya kalangan terbatas saja. Barulah setelah Tessy sering muncul di televisi, batu akik mulai dikenal masyarkat luas dan digemari di berbagai daerah di Indonesia.
Kepopulerannya sempat turun di awal tahun 2000-an, namun naik kembali popularitasnya di akhir tahun 2014. Kini penggemar akik sudah meluas ke seluruh kalangan masyarakat, mulai dari kelas rendah hingga tinggi.
Seiring dengan meningkatkanya penggembar Batu Akik, maka bermunculan pula Komunitas Pecinta Batu Akik di Indonesia. Berbeda dengan komunitas yang ada, Komunitas Pecinta Batu Akik tidak secara konkret "mengikrarkan" keberadaan mereka. Komunitas itu hanyalah seperti ajang kumpul-kumpul para pecinta batu akik yang dilakukan secara sporadis (biasanya ditempat penjualan batu akik). Mereka biasanya berbagi ilmu soal jenis batu akik, metode mengecekan keaslian batu akik, membahas model jenis batu yang lagi tren, dan lain-lain.
3. KOMUNITAS PECINTA SEJARAH INDONESIA
Panjangnya sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, didukung dengan masih banyaknya gedung-gedung kuno bersejarah yang masih berdiri kokoh di beberapa kota, mendorong banyak orang untuk membentuk komunitas pecinta sejarah. Komunitas ini terdiri dari sekelompok orang yang memiliki kecintaan pada cerita sejarah. Kegiatan mereka biasa adalah dengan melakukan napak tilas ke tempat-tempat bersejarah di Indonesia, sekaligus mempelajari latar belakang sebuah kejadian yang terjadi di tempat itu.
Beberapa komunitas yang cukup populer adalah Komunitas Jejak Petjinan yang berada di Surabaya. Komunitas ini berdiri sejak tahun 2010, yang kegiatannya menelusuri jejak kehidupan masyarakat Tionghoa di Indonesia sejak jaman penjajahan Belanda hingga hari ini. Kegiatan yang mereka lakukan biasanya berupa wisaya budaya ke tempat-tempat bersejarah yang dikenal dengan sebutan MPS (Melantjong Petjinan Soerabaia).
Selain itu di Bandung, ada pula Komunitas Aleuit (bahasa Sunda yang berarti "Jalan Beriringan") yang didirikan mahasiswa Universitas Padjajaran tahun 2006. Komunitas ini didirikan untuk mengapresiasi sejarah, wisaja, dan lingkungan kota Bandung. Kegiatan yang mereka lakukan adalah mengunjungi objek sejarah, menonton film bersejarah, makan di tempat kuliner bersejarah, sekaligus melakukan diskusi berkenaan dengan hal-hal yang berhubungan dengan kejadian bersejarah di Bandung.
Yang paling ekstrim adalah kelompok Reenactors atau Komunitas Indonesia Reenactors, yang terdiri dari orang-orang pecinta sejarah Indonesia yang senang membuat permainan reka ulang sejarah. Permainan interaktif itu mereka buat sebagai upaya untuk membantu masyarakat masa kini agar lebih memahami sejarah Indonesia. Komunitas tersebut memiliki anggota lebih ari 1,345 orang dengan latar belakang yang cukup beragam : pengusaha, pekerja swasta, mahasiswa, politikus, dan lain-lain.
4. KOMUNITAS PERMAINAN TRADISIONAL
Indonesia sangat kaya dengan ragam budaya permainan tradisional. Setidaknya ada 2,500 buah permainan tradisional yang tersebar di seluruh Indonesia. Sayangnya, seiring dengan perkembangan teknologi, banyak anak yang lebih menyukai permainan digital dan modern daripada permainan tradisional. Dan tanpa kita sadari banyak permainan tersebut sudah nyaris "punah" dan hanya segelintir orang saja yang tahu permainan tersebut.
Hal ini menjadi keprihatinan banyak orang yang kemudian membentuk komunitas permainan tradisional guna mempertahankan keberadaan permainan tradisional tersebut. Komunitas ini tidak banyak, baik dari jumlah komunitas maupun anggotanya. Tapi usaha untuk melestarikan permainan tradisional ini patut diacungi jempol.
Saya menemukan ada 2 komunitas permainan tradisional yang cukup menonjol : Komunitas Hong dan Komunitas Anak Bawang.
Komunitas Hong didirikan oleh Mohammad Zaini Alif (Kang Zaini), seorang pemerhati budaya Sunda, yang pada tahun 2004 mendirikan komunitas ini (dan diresmikan pada tahun 2008). Beranggotakan 150 orang dengan rentang usia 6 hingga 90 tahun, komunitas ini mendokumentasikan 250 jenis permainan tradisional Sunda, 213 permainan tradisional Jawa Tengah dan Timur, serta 50 jenis permainan Lampung. Selain itu, komunitas ini juga membangun Kolecer, sebuah tempat untuk melatih permainan rakyat yang berlokasi di Kampung Bolang, Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Setiap tahunnya mereka mengadakan Festical Kolecer (festival permainan rakyat dengan berbagai upacara adat).
Sedangkan Komunitas Anak Bawang didirikan di Solo, Jawa Tengah. Berawal dari Seminar Permainan Tradisional yang digagas mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Sebelas Maret, Surakarta, pada tahun 2011, timbul ide dari para peserta seminar untuk melestarikan permainan tradisional. Beberapa orang peserta kemudian mengadakan kegiatan pertemuan setiap Minggu Pagi di Car Free Day (Jalan Slamet Riadi, Solo) dengan membawa permainan tradisional mereka, lalu mengajak para pengunjung ikut bermain. Dari sekedar bermain bersama, akhirnya tercetus untuk mendirikan komunitas pecinta permainan tradisional yang mereka namai Komunitas Anak Bawang. Komunitas ini secara resmi berdiri tangal 10 November 2012. Kelompok ini berusaha melestarikan permainan tradisional Jawa Tengah yang sudah nyaris terlupakan, seperti Egrang, Catur Solo, Engklek, Dakon, dan lain-lain.
5. KOMUNITAS PECINTA BATIK
Sejak Batik ditetapkan sebagai Cagar Budaya Dunia oleh UNESCO, banyak orang Indonesia yang tergerak untuk melestarikan kebudayaan batik ini agar bisa terus menjadi identitas khas bangsa Indonesia. Karena itu, bermunculannya berbagai komunitas pecinta batik yang tersebar (mayoritas) di Pulau Jawa.
Beberapa di antaranya yang cukup terkenal adalah Paguyuban Pecinta Batik Indonesia Bokor Kencono, Komunitas Batik Bergaya Klasik (KIBAS), Komunitas Pecinta Batik Sekar Jagad (SJ), dan lain-lain. Kegiatan komunitas ini tidak saja hanya kumpul-kumpul, tetapi juga menginventarisir produk batik Indonesia (motif, bahan, teknik batik, dan para ahli batik) agar tidak diklaim pihak luar negeri, melakukan pelatihan membatik kepada masyarakat umum, hingga pelestarian batik melalui forum diskusi, seminar, pengenalan produk, kunjungan ke sentra pengrajin batik, lomba berpakaian batik, dan lain-lain.
6. KOMUNITAS PECINTA KERIS
Keris juga adalah salah satu cagar budaya dunia asal Indonesia yang sudah mendapatkan pengakuan dari UNESCO. Dalam kehidupan masyarakat Indonesia - terutama masyarakat Jawa - keris sudah menjadi bagian budaya dan kehidupan mereka. Bahkan tidak sedikit yang mengaitkan keris dengan kepercayaan manusia pada hal-hal yang bersifat mistik dan gaib.
Banyaknya penggemar keris, mendorong mereka untuk kemudian membentuk komunitas pecinta keris. Ada banyak komunitas pecinta keris di Indonesia. Salah satunya adalah Komunitas Panji Nusantara yang berdiri pada tahun 2005. Dengan anggota 600 orang (20% diantaranya adalah masyarakat luar negeri, seperti Perancis, Jerman, Belanda, Singapura, Hawaii, dan Brunei Darusallam), komunitas ini adalah komunitas pecinta keris yang ingin menyosialisasikan fungsi dan jenis keris kepada generasi muda.
Selain itu, ada pula Komunitas Pecinta Keris dan Tosan Aji (KPKTJ) yang merupakan komunitas pecinta keris yang bertujual melestarikan keris serta memberikan pengetahuan tentang perawatan serta pengenalan jenis-jenis keris.
Juga ada Komunitas Pemerhati Tosan Aji Yogyakarta (Mertikarta), yaitu komunitas pecinta benda pusaka keris yang ingin melestarikan keris sebaga bagian penting dari kebudayaan Indonesia.
7. KOMUNITAS PECINTA KERETA API
Meski perkembangan kereta api terbilang sangat lambat di Indonesia, tetapi tidak disangka kalau ternyata pemerhati dan pecinta kereta api di negara ini terbilang cukup banyak. Komunitas ini terbentuk lebih banyak karena keprihatinan mereka terhadap perkembangan kereta api di Indonesia yang - sejak jaman Belanda hingga hari ini - masih begitu-begitu saja. Selain itu, ada juga yang membentuk komunitas ini sebagai wujud keperdulian mereka terhadap perkereta-apian Indonesia dan berharap masyarakat lebih banyak lagi yang mencintai alat transportasi umum ini.
Ada banyak komunitas pecinta kereta api yang berkembang di Indonesia. Yang cukup populer adalah Komunitas Edan Sepur yang ada di Jakarta. Komunitas yang berdiri di Stasiun Jatinegara, Jakarta, tahun 2009 dengan beranggotakan 800 orang anak muda (dan 4,500 anggota di Facebook) ini merupakan komunitas penggemar kereta api dan segala hal yang berkaitan dengan Si Ular Besi ini, mulai dari pernak-pernik, jenis tiket, masinis, hingga gerbong. Mereka bahkan bisa membedakan jenis lokomotif dan suara mesinnya.
Selain itu, ada juga komunitas pecinta kereta api lain yang cukup populer, seperti Komunitas Indonesia RailFans, Komuter (Komunitas Peduli dan Pecinta Kereta Api), Komunitas Penggemar Kereta Api Indonesia, Paguyuban Pecinta Kereta Api (PPKA), Komunitas Railfans Daop Empat (KRDE), dan lain-lain.
8. KOMUNITAS KRETEK
Rokok kretek adalah rokok khas Indonesia yang sudah dikenal sejak abad ke-19, merupakan rokok berbahan tembakau asli dan cengkeh kering, yang dipadu saus cengkeh. Saat dinyalakan, rokok ini akan menimbulkan suara kretek-kretek daun tembakau dan cengkeh yang terbakar. Rokok ini sudah menjadi rokok yang umum dihisap oleh para pekerja pabrik rokok di kota Kudus.Awalnya, rokok ini dibuat dengan cara dilinting, dan menjadi kebiasaan kaum pria di wilayah Jawa Tengah, yang kemudian menyebar ke seluruh Indonesia. Kini rokok kretek beredar sudah dalam bentuk batangan dan tidak perlu lagi dilinting.
Meski kini telah banyak bermunculan rokok filter atau "rokok putih", namun rokok kretek tidak pernah hilang ditelan jaman. Bahkan hingga hari ini, rokok kretek masih diminati oleh masyarakat Indonesia. Untuk tetap menjaga serta melestarikan rokok kretek sebagai rokok asli Indonesia, beberapa kelompok penggembar rokok kretek mendirikan Komunitas Kretek. Komunitas ini berisikan orang-orang penggemar rokok kretek. Mereka tidak saja berkumpul untuk menikmati rokok kretek, tetapi juga bertukar informasi seputar rokok kretek, seperti jenis-jenis cengkeh, teknik pencampuran bahan rokok kretek untuk menciptakan sensasi rasa kretek yang baru, pembudayaan rokok kretek, dan lain-lain.
9. KOMUNITAS WAYANG INDONESIA
Wayang merupakan salah satu kesenian khas Indonesia yang juga telah ditetapkan UNESCO sebagai cagar budaya. Menilik dari sejarahnya, Wayang sudah menjadi pertunjukan hiburan di Indonesia sejak tahun 1500 Sebelum Masehi, jauh sebelum budaya dan agama dari luar masuk Indonesia. Meski kemudian banyak dipengaruhi oleh budaya Hindu, namun identitas Wayang sebagai salah satu bentuk kesenian Indonesia tidak pernah hilang.
Di Indonesia, perkembangan wayang tidak lepas dari dukungan masyarakat lewat lembaga-lembaga swadaya masyarakat dengan membuka sanggar, lembaga pendidikan, dan paguyuban. Selain itu, ada juga komunitas-komunitas pecinta Wayang yang dibuat oleh masyarakat yang perduli dengan keberadaan wayang sebagai cagar budaya asli Indonesia. Salah satunya yang cukup unik adalah Komunitas Wayang Beber Metropolitan yang dibentuk di Jakarta tahun 2009. Komunitas ini beranggotakan orang-orang yang senang mengambar wayang di atas kain. Tidak saja menggambar cerita pewayangan di atas kain, mereka juga merupakan kumpulan orang-orang yang suka di bidang seni pertunjukan wayang, dan mengaplikasikan budaya pewayangan itu ke dalam keseharian masyarakat Metropolitan masa kini.
Selain itu, ada pula beberapa Komunitas Wayang lain seperti Komunitas Wayang Pring (Tegal), Komunitas Wayang UI (Universitas Indonesia), Komunitas Wayang Suket, Komunitas Sangkakala (Ciamis), Komunitas Wang Cepak (Indramayu), Komunitas Wayang Sampah / Wangsa (Solo), dan lain-lain.
10. KOMUNITAS PEDULI LINGKUNGAN
Bencana alam - banjir, longsor, kebakaran hutan, dan sebagainya - ternyata mengusik rasa kepedulian masyarakat Indonesia, sehingga mereka berpikir bagaimana caranya ikut berperan dalam menjaga lingkungan agar terhindar dari bencara alam yang lebih besar. Berangkat dari keprihatinan akan alam itulah, maka bermunculan komunitas-komunitas peduli lingkungan yang belakangan ini cukup marak berkembang di seluruh Indonesia.
Dari sejarahnya, sebenarnya komunitas ini berakar dan berawal dari Komunitas Pecinta Alam. Komunitas tersebut banyak melakukan kegiatan sosial yang berhubungan dengan alam, seperti penanaman pohon, penghijauan, dan pembersihan sampah non-organik yang ditinggalkan para pengunjung hutan lindung. Semenjak sering terjadinya banjir di beberapa wilayah perkotaan, komunitas peduli lingkungan pun bermunculan, dan banyak melakukan kegiatan sosial untuk mencegah banjir. Mulai dari pembersihan sampah di selokan, hingga pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai banjir.
Di berbagai kota di Indonesia, komunitas ini berdiri dan bekerja sama dengan Dinas Kebersihan Kota serta jajaran Pemerintah Kota untuk membersihkan sampah yang menyumbat aliran air di selokan dan sungai. Beberapa komunitas tersebut antara lain : Komunitas BersihNyok Jakarta, Komunitas Orang Muda Peduli Sampah, Gropesh (Gerakan Orang Mudah Peduli Sampah), Gerakan Diet Kantong Plastik, Gerakan Bali Cantik Tanpa Sampah Plastik, Komunitas Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL), dan lain-lain.
Labels:
akik,
bandung,
banjir,
indonesia,
jakarta,
keris,
khas,
komunitas,
kuliner,
lingkungan,
wayang,
wisata
Monday, 22 December 2014
7 Kasus Kriminal Unik yang Hanya Terjadi di Indonesia
Tindak kriminal ada di mana-mana, bahkan di negara teraman sekali pun. Banyak alasan mengapa orang melakukan tindak kriminal. Kesenjangan ekonomi merupakan alasan paling umum yang menyebabkan orang melakukan tindakan yang merugikan orang lain tersebut. Namun di Indonesia, ada beberapa kasus kriminal yang terbilang unik dan dilakukan karena alasan yang unik pula.
Berikut ini adalah kasus kriminal terunik yang hanya terjadi di Indonesia.
1. POTONG RAMBUT DI ANGKOT
Di bulan Desember 2014 ini, Bandung digemparkan dengan terjadinya kasus pemotongan rambut misterius yang dilakukan pada kaum hawa yang naik angkot. Tidak jelas maksud dan tujuan pelaku melakukan pemotongan rambut ini. Semua korbannya adalah para gadis remaja berambut panjang yang naik angkot.
Modus sang pelaku adalah memotong sebagian dari rambut panjang sang korban yang tergerai di belakang. Tidak jelas bagaimana cara sang pelaku memotong rambut tersebut, karena tidak satu pun korban yang merasa rambutnya dipotong. Hanya saja, setelah turun angkot, mereka baru menyadari kalau rambut panjang mereka telah terpotong sebagian.
Hingga hari ini polisi belum menerima laporan tentang kejadian ini, karena semua korban tidak pernah melaporkan kasus ini dan hanya mengomel, lalu ke salon untuk merapikan rambutnya. Selain itu, siapa pelaku dan tujuannya melakukan tindakan ini pun hingga hari ini belum jelas. Spekulasi tujuan pengguntingan rambut ini pun beragam, mulai dari tujuan bisnis (untuk keperluan pembuatan rambut palsu) hingga tujuan mistis (untuk keperluan jimat).
Yang pasti, hingga tulisan ini dibuat, jumlah korban gadis berambut panjang yang naik angkot masih terus bertambah, dan pelakunya belum diketahui.
2. MENGGUNTING KAIN KISWAH SAAT UMRAH
Kejadian kali ini memang tidak terjadi di Indonesia, namun dilakukan oleh orang Indonesia di luar negeri dengan membawa "panji-panji" kewarganegaraannya. Mungkin gara-gara kasus ini, sepertinya Orang Indonesia akan dikenal sebagai Orang Paling Usil dan Jahil di Dunia.
Adalah Nur Jannah Amin Sadjo, perempuan asal Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, yang pada tanggal 27 Februari 2014 silam harus berurusan dengan aparan polisi Mesjid Al Haram setelah tertangkap basah menggunting 2 cm kain penutup Kabah (kiswah) saat menjalankan ibadah umrahnya di Tanah Suci Mekkah.
Saat itu, Nur Jannah sedang salat sunnah di Hijir Ismail, dan diam-diam memotong kain tersebut. Tujuannya untuk dibawa pulang ke Indonesia demi kesembuhan cucu tercintanya yang berusia 4 tahun namun belum bisa membaca. Tindakannya ini diketahui polisi dan dia langsung digiring ke Kantor Kepolisian Sektor Masjid Al Haram Mekkah.
Kasus Nur Jannah ini diperkarakan dan nyaris membuatnya harus menjalani hukuman penjara di Mekkah. Beruntung pihak KJRI turun tangan dan berhasil membebaskannya, sehingga Nur Jannah pun dapat pulang ke Tanah Air dengan selamat.
3. PERAMPOK PSK
Jika di luar negeri, kasus yang paling marak terjadi adalah kasus pembunuhan atas PSK, maka di Indonesia yang terjadi adalah kasus perampokan terhadap PSK. Pelakunya bukan dari perampok kelas kakap, tapi justru dari pelanggan PSK itu sendiri.
Kejadiannya sendiri terjadi tahun 2013 silam. Kala itu, seorang pria bernama Jimmi Muliku - atau dikenal juga dengan sebutan Jhon Weku - melakukan serangkaian perampokan kepada para PSK kelas atas. Modusnya terbilang sederhana : Jimmi melakukan kencan dengan para PSK mahal tersebut. Setelah usai berkencan, Jhon mengikat sang PSK dalam kondisi tanpa busana lalu memfoto sang PSK tersebut dan mengancam akan menyebarkan foto sang PSK jika berani melapor. Setelah itu, Jhon menguras semua barang yang dibawa sang PSK. Tidak heran jika selama ini tidak ada korban yang berani melaporkan Jhon.
Jhon baru dibekuk oleh aparat Polda Metro Jaya di salah satu hotel di Jakarta Pusat pada tanggal 6 Juli 2013 secara tidak sengaja berkat laporan seorang mahasiswi yang mengalami penganiayaan di hotel tersebut. Saat ditangkap, Jhon mengaku telah merampok 18 orang PSK dan tindakannya dilakukan di beberapa hotel di berbagai wilayah Jakarta.
4. SANTET HI-TECH
Tahun 2008 silam, Indonesia sempat digemparkan dengan beredarnya SMS yang berisi informasi adanya kasus pembunuhan jarak jauh lewat ponsel oleh Dukun Ilmu Hitam. Orang yang menerima SMS tersebut diharuskan menyebarkan informasi ini kepada orang lain. Dalam waktu singkat, SMS yang meresahkan itu menyebar ke seluruh pelosok Indonesia, dan sempat membuat panik beberapa kalangan.
Isu pembunuhan santet dengan memanfaatkan teknologi tingkat tinggi ini pun sontak menjadi pembicaraan yang cukup ramai di masa itu. Bahkan kasus ini sempat diulas oleh berbagai stasiun televisi swasta dan media massa Indonesia. Berita tersebut diperparah dengan kejadian banyaknya orang yang "dikabarkan" tewas setelah menerima pesan misterius tersebut. Meski pun sudah ditandaskan pihak kepolisian kalau informasi SMS Santet tersebut hanya bohongan (hoax), namun masih banyak orang - yang bahkan hingga hari ini - mempercayai "kebenarannya".
5. DEBT COLLECTOR PALSU
Belakangan ini, banyak pihak perbankan yang menggunakan jasa debt collector untuk menjaring para nasabah mereka yang mengajukan kredit kendaraan tapi telat membayar. Cara yang dilakukan Debt Collector tersebut cukup keren : Mereka mencatat semua nomor kendaraan yang menunggak pembayaran ke bank, lalu menunggu di jalan-jalan besar yang kemungkinan dilewati oleh sang penunggak. Setelah menemukan "sasaran"-nya, sang Debt Collector akan mengejar, menghentikan, lalu merampas kendaraan yang dibawa oleh sang penunggak. Biasanya sang penunggak tidak berbuat apa-apa dan merelakan saja kendaraannya diambil Debt Collector.
Rupanya modus itu kini digunakan oleh banyak orang tidak bertanggung jawab untuk merampas kendaraan. Dengan mengaku sebagai Debt Collector, para pelaku kejahatan selalu berhasil mengambil kendaraan korbannya tanpa ada perlawanan. Hal ini bisa terjadi karena ternyata Debt Collector Gadungan tersebut juga punya daftar orang-orang yang menunggak cicilan kendaraan di bank.
Sejauh ini, kasus dan modus kriminal seperti ini marak terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Pihak polisi pun telah berhasil menciduk banyak pelaku Debt Collector Gadungan ini.
6. ANCAMAN TEROR VIA TELEPON
Mungkin banyak orang Indonesia yang punya "sense of humor" cukup tinggi, sampai-sampai kepikiran untuk bercanda dengan mempertaruhkan nyawa orang lain. Pasca Kerusuhan 27 Juli 1996, teror berupa ancaman via telepon mulai marak terjadi di Indonesia.
Sebagai informasi, Kerusuhan 27 Juli 1996 dikenal juga dengan sebutan Kerusuhan Kudatuli (Kerusuhan Dua Tujuh Juli) atau Peristiwa Sabtu Kelabu, di mana terjadi aksi pengambilalihan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia - yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri - yang dilakukan massa pendukung Soerjadi (Ketua Umum PDI versi Kongres PDI Medan) yang dibantu aparat Kepolisian dan TNI.
Dua hari setelah kejadian tersebut - tepatnya tanggal 29 Juli 1996 - muncul ancaman peledakan bom via telepon gelap. Ancaman itu diterima oleh pihak-pihak Gedung Migas - Harmoni, Departemen Penerangan, Bank Rakyat Indonesia I dan 2 di Jalan Jendral Sudirman (Jakarta), Citraland, dan Pertokoan Proyek Senen. Penelepon tidak hanya sekali, namun lima kali menelepon dan memberitahu adanya bom di kantor-kantor tersebut. Saat itu juga, seluruh karyawan di tempat-tempat tersebut segera dipulangkan. Setelah dilakukan penyisiran, tidak ditemukan adanya bom.
Teror demikian masih terus berlanjut hingga hari ini. Semuanya hanyalah keisengan belaka. Pelaku tidak menyadari kalau tindakannya meresahkan banyak orang dan dapat berakibat fatal, karena membahayakan jiwa banyak orang.
Tanggal 2 Oktober 2014 silam, Tim Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Surabaya berhasil membekuk seorang penelepon gelap yang pernah mengancam akan meledakkan Mal Galazy di Surabaya bulan September 2014 silam. Dia ternyata bernama MS, seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun. Bisa Anda bayangkan, jika seorang anak 10 tahun saja sudah punya "rasa humor yang sedemikian tinggi", bagaimana dengan orang dewasa?
7. MINUMAN OPLOSAN
Beberapa bulan terakhir ini, kasus kematian akibat minuman oplosan menjadi berita hangat yang hampir tiap hari menjadi berita utama di televisi. Banyak orang yang dilaporkan tewas setelah minum minuman keras oplosan. Minuman tersebut ternyata dapat dengan mudah ditemui di banyak warung.
Minuman oplosan adalah minuman hasil campuran antara minuman keras (miras) yang dicampur dengan berbagai jenis bahan lain. Tujuan untuk mendapatkan cita rasa yang unik, sensasi yang "lebih jreng", atau hanya sekedar "asal campur".
Beberapa campuran miras dan minuman lain yang sering digunakan namun berakibat fatal bagi kesehatan adalah :
a. Miras dan Minuman Berenergi : Oplosan yang dikenal dengan sebutan "Sunrise" ini cukup populer di masyarakat. Selain mengurangi rasa pahit miras, Minuman Berenergi dapat mengurangi kadar alkohol. Namun campuran ini dapat memicu gagal jantung.
b. Miras dan spiritus (metanol) : Oplosan jenis ini banyak dijual di warung tradisional. Pencampuran ini dilakukan untuk mendapatkan miras yang harganya lebih murah. Pencampuran ini sangat berisiko karena tubuh manusia hanya mampu menampung maksimal 30 gram metanol. Jika lebih, maka akan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Selain kebutaan dan gagal fungsi organ tubuh, kematian adalah kondisi yang akan dialami orang-orang yang mengonsumsi miras oplosan ini.
c. Miras dengan obat-obatan : Oplosan ini banyak dibuat orang guna meningkatkan efek alkohol. Masalahnya, obat yang dipakai adalah obat yang seharusnya tidak boleh dikonsumsi, seperti obat tetes mata dan obat nyamuk. Tidak heran, orang yang mengonsumsi oplosan ini mengalami kerusakan hati dan ginjal, bahkan tidak sedikit yang meninggal.
Penjualan Minuman Oplosan ini bisa dikategorikan tindak kriminal karena dapat merenggut jiwa pengguna. Meski demikian, masih banyak saja tempat yang menjual produk ini, dan makin banyak orang yang meminumnya. Tidak heran jika korban terus-menerus berjatuhan.
Berikut ini adalah kasus kriminal terunik yang hanya terjadi di Indonesia.
1. POTONG RAMBUT DI ANGKOT
Di bulan Desember 2014 ini, Bandung digemparkan dengan terjadinya kasus pemotongan rambut misterius yang dilakukan pada kaum hawa yang naik angkot. Tidak jelas maksud dan tujuan pelaku melakukan pemotongan rambut ini. Semua korbannya adalah para gadis remaja berambut panjang yang naik angkot.
Modus sang pelaku adalah memotong sebagian dari rambut panjang sang korban yang tergerai di belakang. Tidak jelas bagaimana cara sang pelaku memotong rambut tersebut, karena tidak satu pun korban yang merasa rambutnya dipotong. Hanya saja, setelah turun angkot, mereka baru menyadari kalau rambut panjang mereka telah terpotong sebagian.
Hingga hari ini polisi belum menerima laporan tentang kejadian ini, karena semua korban tidak pernah melaporkan kasus ini dan hanya mengomel, lalu ke salon untuk merapikan rambutnya. Selain itu, siapa pelaku dan tujuannya melakukan tindakan ini pun hingga hari ini belum jelas. Spekulasi tujuan pengguntingan rambut ini pun beragam, mulai dari tujuan bisnis (untuk keperluan pembuatan rambut palsu) hingga tujuan mistis (untuk keperluan jimat).
Yang pasti, hingga tulisan ini dibuat, jumlah korban gadis berambut panjang yang naik angkot masih terus bertambah, dan pelakunya belum diketahui.
2. MENGGUNTING KAIN KISWAH SAAT UMRAH
Kejadian kali ini memang tidak terjadi di Indonesia, namun dilakukan oleh orang Indonesia di luar negeri dengan membawa "panji-panji" kewarganegaraannya. Mungkin gara-gara kasus ini, sepertinya Orang Indonesia akan dikenal sebagai Orang Paling Usil dan Jahil di Dunia.
Adalah Nur Jannah Amin Sadjo, perempuan asal Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, yang pada tanggal 27 Februari 2014 silam harus berurusan dengan aparan polisi Mesjid Al Haram setelah tertangkap basah menggunting 2 cm kain penutup Kabah (kiswah) saat menjalankan ibadah umrahnya di Tanah Suci Mekkah.
Saat itu, Nur Jannah sedang salat sunnah di Hijir Ismail, dan diam-diam memotong kain tersebut. Tujuannya untuk dibawa pulang ke Indonesia demi kesembuhan cucu tercintanya yang berusia 4 tahun namun belum bisa membaca. Tindakannya ini diketahui polisi dan dia langsung digiring ke Kantor Kepolisian Sektor Masjid Al Haram Mekkah.
Kasus Nur Jannah ini diperkarakan dan nyaris membuatnya harus menjalani hukuman penjara di Mekkah. Beruntung pihak KJRI turun tangan dan berhasil membebaskannya, sehingga Nur Jannah pun dapat pulang ke Tanah Air dengan selamat.
3. PERAMPOK PSK
Jika di luar negeri, kasus yang paling marak terjadi adalah kasus pembunuhan atas PSK, maka di Indonesia yang terjadi adalah kasus perampokan terhadap PSK. Pelakunya bukan dari perampok kelas kakap, tapi justru dari pelanggan PSK itu sendiri.
Kejadiannya sendiri terjadi tahun 2013 silam. Kala itu, seorang pria bernama Jimmi Muliku - atau dikenal juga dengan sebutan Jhon Weku - melakukan serangkaian perampokan kepada para PSK kelas atas. Modusnya terbilang sederhana : Jimmi melakukan kencan dengan para PSK mahal tersebut. Setelah usai berkencan, Jhon mengikat sang PSK dalam kondisi tanpa busana lalu memfoto sang PSK tersebut dan mengancam akan menyebarkan foto sang PSK jika berani melapor. Setelah itu, Jhon menguras semua barang yang dibawa sang PSK. Tidak heran jika selama ini tidak ada korban yang berani melaporkan Jhon.
Jhon baru dibekuk oleh aparat Polda Metro Jaya di salah satu hotel di Jakarta Pusat pada tanggal 6 Juli 2013 secara tidak sengaja berkat laporan seorang mahasiswi yang mengalami penganiayaan di hotel tersebut. Saat ditangkap, Jhon mengaku telah merampok 18 orang PSK dan tindakannya dilakukan di beberapa hotel di berbagai wilayah Jakarta.
4. SANTET HI-TECH
Tahun 2008 silam, Indonesia sempat digemparkan dengan beredarnya SMS yang berisi informasi adanya kasus pembunuhan jarak jauh lewat ponsel oleh Dukun Ilmu Hitam. Orang yang menerima SMS tersebut diharuskan menyebarkan informasi ini kepada orang lain. Dalam waktu singkat, SMS yang meresahkan itu menyebar ke seluruh pelosok Indonesia, dan sempat membuat panik beberapa kalangan.
Isu pembunuhan santet dengan memanfaatkan teknologi tingkat tinggi ini pun sontak menjadi pembicaraan yang cukup ramai di masa itu. Bahkan kasus ini sempat diulas oleh berbagai stasiun televisi swasta dan media massa Indonesia. Berita tersebut diperparah dengan kejadian banyaknya orang yang "dikabarkan" tewas setelah menerima pesan misterius tersebut. Meski pun sudah ditandaskan pihak kepolisian kalau informasi SMS Santet tersebut hanya bohongan (hoax), namun masih banyak orang - yang bahkan hingga hari ini - mempercayai "kebenarannya".
5. DEBT COLLECTOR PALSU
Belakangan ini, banyak pihak perbankan yang menggunakan jasa debt collector untuk menjaring para nasabah mereka yang mengajukan kredit kendaraan tapi telat membayar. Cara yang dilakukan Debt Collector tersebut cukup keren : Mereka mencatat semua nomor kendaraan yang menunggak pembayaran ke bank, lalu menunggu di jalan-jalan besar yang kemungkinan dilewati oleh sang penunggak. Setelah menemukan "sasaran"-nya, sang Debt Collector akan mengejar, menghentikan, lalu merampas kendaraan yang dibawa oleh sang penunggak. Biasanya sang penunggak tidak berbuat apa-apa dan merelakan saja kendaraannya diambil Debt Collector.
Rupanya modus itu kini digunakan oleh banyak orang tidak bertanggung jawab untuk merampas kendaraan. Dengan mengaku sebagai Debt Collector, para pelaku kejahatan selalu berhasil mengambil kendaraan korbannya tanpa ada perlawanan. Hal ini bisa terjadi karena ternyata Debt Collector Gadungan tersebut juga punya daftar orang-orang yang menunggak cicilan kendaraan di bank.
Sejauh ini, kasus dan modus kriminal seperti ini marak terjadi di Jakarta dan sekitarnya. Pihak polisi pun telah berhasil menciduk banyak pelaku Debt Collector Gadungan ini.
6. ANCAMAN TEROR VIA TELEPON
Mungkin banyak orang Indonesia yang punya "sense of humor" cukup tinggi, sampai-sampai kepikiran untuk bercanda dengan mempertaruhkan nyawa orang lain. Pasca Kerusuhan 27 Juli 1996, teror berupa ancaman via telepon mulai marak terjadi di Indonesia.
Sebagai informasi, Kerusuhan 27 Juli 1996 dikenal juga dengan sebutan Kerusuhan Kudatuli (Kerusuhan Dua Tujuh Juli) atau Peristiwa Sabtu Kelabu, di mana terjadi aksi pengambilalihan secara paksa kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia - yang saat itu dikuasai pendukung Megawati Soekarnoputri - yang dilakukan massa pendukung Soerjadi (Ketua Umum PDI versi Kongres PDI Medan) yang dibantu aparat Kepolisian dan TNI.
Dua hari setelah kejadian tersebut - tepatnya tanggal 29 Juli 1996 - muncul ancaman peledakan bom via telepon gelap. Ancaman itu diterima oleh pihak-pihak Gedung Migas - Harmoni, Departemen Penerangan, Bank Rakyat Indonesia I dan 2 di Jalan Jendral Sudirman (Jakarta), Citraland, dan Pertokoan Proyek Senen. Penelepon tidak hanya sekali, namun lima kali menelepon dan memberitahu adanya bom di kantor-kantor tersebut. Saat itu juga, seluruh karyawan di tempat-tempat tersebut segera dipulangkan. Setelah dilakukan penyisiran, tidak ditemukan adanya bom.
Teror demikian masih terus berlanjut hingga hari ini. Semuanya hanyalah keisengan belaka. Pelaku tidak menyadari kalau tindakannya meresahkan banyak orang dan dapat berakibat fatal, karena membahayakan jiwa banyak orang.
Tanggal 2 Oktober 2014 silam, Tim Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Surabaya berhasil membekuk seorang penelepon gelap yang pernah mengancam akan meledakkan Mal Galazy di Surabaya bulan September 2014 silam. Dia ternyata bernama MS, seorang bocah laki-laki berusia 10 tahun. Bisa Anda bayangkan, jika seorang anak 10 tahun saja sudah punya "rasa humor yang sedemikian tinggi", bagaimana dengan orang dewasa?
7. MINUMAN OPLOSAN
Beberapa bulan terakhir ini, kasus kematian akibat minuman oplosan menjadi berita hangat yang hampir tiap hari menjadi berita utama di televisi. Banyak orang yang dilaporkan tewas setelah minum minuman keras oplosan. Minuman tersebut ternyata dapat dengan mudah ditemui di banyak warung.
Minuman oplosan adalah minuman hasil campuran antara minuman keras (miras) yang dicampur dengan berbagai jenis bahan lain. Tujuan untuk mendapatkan cita rasa yang unik, sensasi yang "lebih jreng", atau hanya sekedar "asal campur".
Beberapa campuran miras dan minuman lain yang sering digunakan namun berakibat fatal bagi kesehatan adalah :
a. Miras dan Minuman Berenergi : Oplosan yang dikenal dengan sebutan "Sunrise" ini cukup populer di masyarakat. Selain mengurangi rasa pahit miras, Minuman Berenergi dapat mengurangi kadar alkohol. Namun campuran ini dapat memicu gagal jantung.
b. Miras dan spiritus (metanol) : Oplosan jenis ini banyak dijual di warung tradisional. Pencampuran ini dilakukan untuk mendapatkan miras yang harganya lebih murah. Pencampuran ini sangat berisiko karena tubuh manusia hanya mampu menampung maksimal 30 gram metanol. Jika lebih, maka akan sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Selain kebutaan dan gagal fungsi organ tubuh, kematian adalah kondisi yang akan dialami orang-orang yang mengonsumsi miras oplosan ini.
c. Miras dengan obat-obatan : Oplosan ini banyak dibuat orang guna meningkatkan efek alkohol. Masalahnya, obat yang dipakai adalah obat yang seharusnya tidak boleh dikonsumsi, seperti obat tetes mata dan obat nyamuk. Tidak heran, orang yang mengonsumsi oplosan ini mengalami kerusakan hati dan ginjal, bahkan tidak sedikit yang meninggal.
Penjualan Minuman Oplosan ini bisa dikategorikan tindak kriminal karena dapat merenggut jiwa pengguna. Meski demikian, masih banyak saja tempat yang menjual produk ini, dan makin banyak orang yang meminumnya. Tidak heran jika korban terus-menerus berjatuhan.
Labels:
bom,
debt collector,
hi-tech,
jakarta,
minuman oplosan,
psk,
santet,
surabaya,
teror
Subscribe to:
Posts (Atom)










